Tampilkan postingan dengan label Legowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Legowo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2018

BUDIDAYA MINA PADI SISTEM JAJAR LEGOWO UPAYA OPTIMALISASI POTENSI LAHAN SAWAH MELALUI DIVERSIFIKASI IKAN DAN PADI



Sawah yang mempunyai pengairan yang baik, seringkali hanya dimanfaatkan untuk bertanam padi saja. Padahal sawah tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan petani dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, misalnya dengan menerapkan teknologi budidaya Mina Padi.
Dalam gelar teknologi pertanian di peringatan HPS ke-36 Tahun 2016 yang lalu, Presiden RI Joko Widodo, saat melihat lahan pengembangan Mina Padi Jajar Legowo Super dengan ikan nila dan lele, menginstruksikan Kementerian Pertanian melakukan evaluasi untuk pengembangan Mina Padi Jajar Legowo Super sebagai subsistem usaha tani padi dan ikan di lahan sawah. Diharapkan hasil uji coba ini harus dikembangkan di seluruh Indonesia untuk memperluas areal tanam dan mendukung peningkatan produksi padi.

Banyak Keuntungannya
Adanya mina padi dapat meningkatkan keragaan produksi dengan meningkatnya pendapatan petani yang memperoleh keuntungan ganda, dari panen padi dan dari panen ikan. Dengan panen ikan sangat membantu keluarga petani untuk menyediakan pangan dari sumber protein selain tentunya untuk dijual. Budidaya Mina padi juga dapat menghemat tenaga kerja dalam pemeliharaan seperti untuk penyiangan gulma, karena gulma kurang jika sawah terendam air agak dalam.
Serangan hama tikus dan hama wereng merupakan hama padi yang sering menyebabkan penurunan produktifitas bahkan menyebabkan kegagalan panen padi (puso). Tetapi dengan mina padi  dapat menekan serangan hama yang banyak merugikan petani tersebut.
Meskipun diakui dalam menerapkan mina padi perlu menyediakan biaya lebih besar untuk membeli benih dan pakan ikan, tetapi sebenarnya biaya untuk pemeliharaan ikan sebagian dapat tertutupi dari pengurangan biaya sarana produksi untuk padi (khususnya pupuk dan pestisida). Mina padi lebih diarahkan pada pertanian organik ataupun semi organik dengan menekan penggunaan bahan kimia pada budidaya padi berupa pupuk dan pestisida kimia anorganik. Biaya pupuk dapat dihemat karena pupuk kimia hanya digunakan sebagai pupuk dasar dan selanjutnya dapat menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dibuat sendiri oleh petani. Sedangkan pakan ikan selain berupa pelet, juga dapat ditambahkan dengan pakan berupa dedak yang pastinya dimiliki oleh petani padi.



Syarat Sawah Untuk Mina Padi
Dari 100% luas lahan sawah untuk mina padi maka 80% nya untuk ditanami padi dan sisanya 20% dimanfaatkan untuk memelihara ikan. Jadi misalnya jika lahan seluas 1000 M2 maka 800 M2 untuk padi dan 200 M2 untuk memelihara ikan.
Tidak semua sawah dapat diterapkan mina padi. Adapun syarat sawah untuk mina padi yaitu:
  1. Memiliki pengairan yang teratur dan air yang cukup, sehingga pada saat dibutuhkan air tetap tersedia
  2. Terhindar dari banjir
  3. Pematang keliling pada petakan sawah harus kuat mampu menampung air dan tidak bocor
  4. Adanya saluran air masuk dan keluar yang terpisah. Saluran diberi saringan dari kawat kasa untuk menghalangi ikan keluar dari sawah

Teknik Budidaya
Budidaya mina padi dikombinasikan dengan sistem jajar legowo. Dengan Jajar legowo mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman dan ikan. Dengan sistem jajar legowo memungkinkan adanya ruang yang terbuka berupa lorong – lorong dari baris kosong jajar legowo menyebabkan ikan yang dipelihara dapat leluasa bergerak, padat tebar ikan bisa lebih banyak, pertumbuhan dan perkembangan ikan lebih baik.
Varietas padi yang cocok untuk mina padi dipilih padi yang dalam pertumbuhannya tahan tergenang air dan tahan rebah, karena air akan menggenangi sawah terus menerus hingga menjelang panen. Contohnya varietas Inpari 30, Inpari 29 dan Ciherang yang rata – rata berumur ± 115 hari. Jenis ikan yang cocok untuk mina padi antara lain adalah Nila, Lele dan Bawal. Kebutuhan benih ikan  sekitar 5.000 ekor per hektar dengan kepadatan tebar ikan 5 ekor/m2.

Langkah – langkah persiapan lahan:
  1. Sawah di tabur pupuk organik padat baik berupa kompos atau pupuk kandang 2  minggu sebelum tanam
  2. Sawah dibajak seperti biasa, kemudian dibiarkan mengendap dulu
  3. Perbaikan pematang/tanggul untuk mecegah kebocoran (tanggul dipopok dengan dengan lumpur dan dibiarkan mengering hingga keras). Pematang dalam sawah juga dapat dipasang mulsa
  4. Buat saluran pemasukan dan pengeluaran air dari bambu atau paralon berdiameter 5 – 8 cm yang letaknya pada sisi berseberangan
  5. Buat parit (caren atau kemalir) keliling dalam petakan, diagonal, tengah atau kombinasi ketiganya dengan lebar  1 meter dengan kedalaman 60 – 80 cm
  6. Selain itu buat caren utama atau kobakan di satu sisi sawah selebar 2 meter dengan kedalam 80 – 100 cm.

Langkah – langkah penanaman padi, penebaran ikan dan pemeliharaan:
  1.  Padi ditanam terlebih dahulu dengan sistem jajar legowo 2:1 atau 4:1 dengan umur bibit 15 – 17 hari
  2. Lakukan pemupukan dasar pada umur padi 3 – 7 HST dengan pupuk NPK atau urea, SP-36 dan KCl sesuai rekomendasi setempat. Selanjutnya cukup menggunakan POC.
  3. Pengaturan air macak-macak dilakukan pada saat tanam padi masih muda. Tinggi air cukup 3-5 cm dari permukaan tanah tempat tumbuh padi selama 3 minggu untuk memberikan kesempatan perkembangan anakan padi optimal.
  4. Pemasangan jaring sebagai penghalau dari serangan hama baik ikan maupun padi jika dimungkinkan.
  5. Ikan ditebar pada saat tanaman padi berumur 15 HST atau setelah penyiangan.
  6. Penebaran ikan dilakukan pada sore atau pagi hari secara perlahan – lahan dari wadah benihnya.
  7. Ketinggian air di pelataran sawah (tanah tempat padi tumbuh) kira-kira 20 cm setelah umur padi 21 HST .
  8. Pemberian pakan setelah 3 hari ikan di petakan sawah. Pakan pelet diberikan dua kali sehari (pagi-sore) dicampur probiotik. Pemberian pakan 2% dari total biomassa. Pakan dapat diselingi dengan dedak yang takarannya 4 – 5 % dari berat ikan.
  9. Jika terjadi serangan hama/penyakit dianjurkan menggunakan pestisida nabati.

Langkah – langkah panen:
  1. Ikan dapat di panen 1 minggu sebelum ataupun sesudah panen padi dibiarkan untuk  dipelihara agar ikan tambah besar sambil menunggu musim tanam padi berikutnya.
  2. Saat panen padi yang paling tepat adalah ketika 90% gabah sudah menguning.
  3. Panen ikan dilakukan dengan cara mengeringkan petakan sawah terlebih dahulu secara perlahan-lahan agar ikan dapat mecapai parit/caren/kemalir.
  4. Kemudian keluarkan air dari parit/caren keliling secara perlahan, agar ikan semua berkumpul dalam caren utama atau kobakan sehingga ikan mudah untuk dipanen.


dikutip dari berbagai sumber






Sabtu, 15 Februari 2014

BUDIDAYA PADI CARA SRI LEGOWO



Budidaya padi cara SRI Legowo merupakan cara budidaya yang kami modifikasi yang saya anjurkan pada petani binaan saya di Desa Baning Panjang. Tingkat produktifitasnya cukup tinggi jika dibandingkan dengan cara konvensional.
Budidaya padi ini menggabungkan metode SRI (bibit 1 batang, bibit muda, tanam dangkal) dengan legowo. Jadi tanam padi tidak ditanam jarang tetapi mengikuti pola jajar legowo.



Cara SRI akan menghasilkan tanaman dengan akar yang banyak, anakan yang kuat dan banyak Perkembangan anakan padi pada metode ini sangat menonjol. Jumlah 30 – 50 anakan mudah dicapai. Cara SRI yang penting dilakukan yaitu:
1.  Bibit dipindah lapangan lebih awal (bibit muda umur 7-10 hari). Ini dapat mengurangi guncangan/ cepat kembali pulih, akar lebih kuat, menghasilkan anakan lebih banyak, tanaman lebih tahan kekeringan;
2.     Bibit ditanam satu-satu dan dangkal. Dimaksudkan agar tanaman memiliki ruang cukup untuk menyebar & memperdalam perakar, tidak bersaing ketat untuk memperoleh ruang tumbuh, cahaya dan hara/makanan sehingga sistem perakaran menjadi sangat baik;
3.    Kondisi tanah lembab tapi tidak tergenangi (irigasi berselang) pada saat pertumbuhan vegetatif (sebelum malai muncul). Dimaksudkan agar kondisi   perakaran   baik, meningkatkan kesuburan tanah dan akar panjang dan lebat, serta mencegah keracunan besi akibat jenis tanah masam di Kabupaten Sintang. Setelah malai muncul sawah digenangi.
Sistem tanam legowo merupakan cara tanam beberapa barisan tanaman yang kemudian diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam dibaris kosong tersebut dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan.
Dengan legowo, mampu memberikan srikulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari secara lebih optimal untuk tanaman. Beberapa keuntungan cara legowo, antara lain:
1.              Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi (efek tanaman pinggir);
2.             Terdapat ruang kosong  untuk pengaturan air, pengumpulan keong emas atau untuk mina padi;
3.              Tanaman relatif aman dari serangan tikus dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) lainnya, karena lahan lebih terbuka;
4.             Menekan serangan penyakit karena rendahnya kelembaban;
5.             Pengendalian hama, penyakit, dan gulma lebih mudah;
6.             Penggunaan pupuk lebih efisien.
7.              Pada baris kosong, diantara unit legowo dapat dibuat parit dangkal yang berfungsi untuk mengumpulkan keong emas dan menekan keracunan besi (Fe).

Cara Tanam Padi SRI Legowo
Padi ditanam 1 batang, dengan bibit muda, dangkal dengan mengikuti jarak tanam menggunakan jajar legowo sbb:

1.  Jajar Legowo 2 : 1 ; Cara tanam berselang-seling 2 baris dan 1 baris kosong. Jarak antar baris tanaman yang dikosongkan disebut satu unit. Untuk Legowo 2 : 1 contoh jarak tanam nya 20 x 10 x 40 cm


2.     Jajar Legowo 4 : 1 ; Cara tanam berselang-seling 4 baris dan 1 baris kosong dengan contoh  jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm (36 rumpun/m2).



Demikian seterusnya untuk jajar legowo 5 : 1 dan 6 : 1 dengan menggunakan prinsip yang sama dengan jajar legowo 4 : 1.
Tetapi jajar legowo 4 : 1 merupakan anjuran dari Badan Litbang Pertanian.
Jarak tanam Jajar legowo 4 : 1 yang juga baik digunakan yaitu 20 x 20 x 40 cm.

Populasi (Jumlah Tanaman)  Berdasarkan Pola Tanam Padi
No.
Cara Tanam
Populasi/    Jumlah Tanaman per Hektar
% Terhadap Populasi/ Jumlah Tanaman Model Tegel
1
Tegel 20 x 20 cm
250.000
100
2
Tegel 22 x 22 cm
206.661
100
3
Tegel 25 x 25 cm
160.000
100
4
Legowo 2:1 (10x20x40cm)
333.333
133
5
Legowo 3:1 (10x20x40cm)
375.000
150
6
Legowo 4:1 (10x20x40cm)
400.000
160
7
Legowo 2:1 (12,5x20x40cm)
213.000
133
8
Legowo 3:1 (12,5x20x40cm)
240.000
150
9
Legowo 4:1 (12,5x20x40cm)
256.000
160




Sumber:
-          http://bbpadi.litbang.deptan.go.id. Sistim Tanam Jajar Legowo.
-          I Putu Wardana, dkk. Gagasan & Implementasi SRI Dalam Budidaya Padi Ekologis. Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi