Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2022

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN DALAM PEMBUATAN KOMPOS

Saya pernah memposting cara pembuatan kompos dalam blog ini. Kali ini saya akan membahas hal - hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kompos. Beberapa petani yang telah membuat kompos pernah menemukan masalah yang mempengaruhi pembuatan kompos miliknya. Saya mengutip dari beberapa sumber dan sudah saya praktekkan di petani saya dan berhasil mengatasi masalah - masalah yang dihadapi mereka.

Pengomposan merupakan proses menurunkan perbandingan (rasio) antara karbon dan nitrogen (C/N) dari bahan - bahan yang akan dibuat kompos, dimana biasanya memiliki C/N yang tinggi melebihi 50%. Nilai rasio yang diperlukan adalah mendekati atau sama dengan nilai rasio C/N tanah (10  - 12 %). Semua tanaman hanya bisa menyerap hara dari zat yang mempunyai rasio C/N yang nyaris sama dengan tanah. untuk itu agar dapat diserap oleh tanaman maka bahan - bahan sisa tanaman/ternak harus dikomposkan.

Dalam pembuatan kompos ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecepatan pengomposan, antara lain:
  1. Bahan Kompos Yang Digunakan; bahan tanaman berkayu keras sangat sulit hancur sehingga akan menyebabkan lamanya proses pengomposan. Untuk mempercepat proses pengomposan dianjurkan menggunakan bahan yang lunak seperti jerami, daun, rumput, batang pisang dll.
  2. Ukuran Besar Kecilnya Bahan Kompos; semakin kecil ukuran bahan yang akan dibuat kompos maka akan mempercepat pematangan kompos. Begitu pula sebaliknya jika bahan berukuran besar akan memperlambat pematangan kompos.
  3. Jumlah Pengurai Kompos (Dekomposer); jumlah dekomposer yang digunakan sangat mempengaruhi pengomposan. Semakin banyak mikroba pengurai kompos maka kompos cepat matan.
  4. Suhu, Kelembaban Dan Air; Agar proses pelapukan dan penguraian bahan kompos dapat berlangsung maka diperlukan suhu optimal yaitu antara 40 - 60͒०C. Kelembaban juga berpengaruh besar. Apabila tumpukan kompos kurang lembab (kekurangan air) maka cendawan akan muncul dan prosesnya pun akan berjalan lambat. Tetapi juga tidak boleh terlalu basah.
Kunci dalam pembuatan kompos yang baik:
  1. Rasio C/N; campuran dari daun kering, serbuk gergaji atau bahan karbon lainnya digabung dengan kotoran hewan atau tanaman hijau adalah 4:1 dari volume;
  2. Tingkat Kelembaban;  tumpukan kompos sebaiknya memiliki tingkat kelembaban seperti spon yang habis diperas (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering);
  3. Tingkat Oksigen;  tumpukan kompos sebaiknya dibalik secara teratur agar lebih cepat hancur. Dengan pembalikan berarti akan menambah oksigen. Lebih sering dibalik maka proses pengomposan akab lebih cepat;
  4. Ukuran Bahan; sebaiknya bahan dicacah menjadi ukuran lebih kecil agar pengomposan berlangsung lebih cepat.
Masalah - masalah yang sering timbul dalam pembuatan kompos dan solusinya:
  1. Tumpukan kompos yang lembab dan hangat hanya pada bagian tengah saja; hal ini disebabkan karena tumpukan terlalu kecil/sedikit atau karena cuaca yang dingin sehingga memperlambat proses pengomposan. Solusinya buat tumpukan kompos minimal setinggi 1 meter dan lebarnya 1 meter juga.
  2. Daun-daun menjadi lengket dan rumput tidak terurai; hal ini disebabkan tidak cukup aliran udara atau kurang lembab. Solusinya  hindari tumpukan satu jenis bahan yang terlalu tebal. Variasikan bahan pembuat kompos dan aduk tumpukan.
  3. Kompos tidak mau hangat; kombinasi kesalahan pada poin 1 juga dapat menyebabkan tidak mau hangat. Campur aduk tumpukan dan siram dengan air jika terlalu kering agar lembab. Pastikan bahan kompos memiliki sumber nitrogen seperti kotoran hewan, potongan rumput dll.
  4. Kompos berbau seperti mentega asam atau telur  busuk; hal ini karena tumpukan kompos kekurangan oksigen, terlalu basah dan terlalu padat. solusinya tumpukan kompos diaduk. Tambahkan bahan yang kering dan kasar seperti jerami, dedak atau daun kering agar menyerap kelebihan air, tunggu agak kering kemudian diaduk kembali;
  5. Kompos berbau amoniak; mungkin disebabkan kurangnya bahan karbon dalam kompos. solusinya tambahkan bahan - bahan karbon seperti sekam padi, jerami, daun kering dll.
Semoga sukses ya dalam membuat kompos...go organic...


Sumber: 
Hery Soeryono. Kiat Pintar Memproduksi Kompos dengan Pengurai Buatan Sendiri
Nurheti Yuliarti. 1001 Cara Menghasilkan Pupuk Organik.

Jumat, 25 Februari 2022

PENGGUNAAN PESTISIDA ANORGANIK DALAM PENGENDALIAN HAMA/PENYAKIT TANAMAN



Penggunaan pestisida dalam pengendalian harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.         Gunakan pestisida bila populasi/jumlahnya telah mencapai tingkat kerusakan/ambang ekonomi;
2.         Gunakan pestisida yang berdaya bunuh selektif dengan konsentrasi dosis/takaran yang tepat;
3.         Gunakan pestisida yang residunya pendek dan mudah terurai oleh faktor lingkungan;
4.         Gunakan pestisida pada saat hama berada pada titik terlemah;
5.      Gunakan pestisida bila cara pengendalian lain sudah tidak efektif / ampuh dan efiisien lagi atau dengan kata lain cara pengendalian lain tidak berhasil.

Tahapan memilih pestisida yang akan digunakan untuk mengendalikan hama :
  1. Pastikan jenis hama yang menyerang tanaman dengan memperhatikan gejala serangan, bagian tanaman yang diserang (daun, batang, buah atau akar). Bila ragu bawa contoh bagian tanaman yang terserang beserta hamanya jika memungkinkan untuk ditanyakan kepada yang mengetahui;
  2. Cari informasi pestisida apa yang cocok untuk pengendalian hama yang menyerang tanaman;

  3. Pilih bentuk (formulasi) pestisida yang akan digunakan apakah cairan, butiran (granular) atau tepung. Jika dilihat dari pelayangan di udara maka bentuk butiran paling sedikit kemungkinannya untuk melayang di udara. Pestisida berbentuk cairan lebih kecil bahaya pelayangan di udara dibanding berbentuk tepung. Jika petani memiliki alat semprot lebih tepat memilih pestisida berbentuk cairan EC, WP atau SP. Jika tidak punya maka pestisida yang dipilih berbentuk butiran;
  4. Pilih pestisida dalam kemasan kecil yang isinya dapat habis dalam sekali pakai guna mengurangi bahaya keracunan selama penyimpanan.     
Jenis - jenis pestisida berdasarkan organisme sasaran:
1.  Insektisida (racun serangga)
2.  Herbisida (racun rumput)
3.  Fungisida (racun untuk mengendalikan penyakit akibat jamur)
4.  Rodentisida (racun tikus)
5.  Molusida (racun keong)
6.  Bakterisida (racun untuk mengendalikan penyakit akibat bakteri)
7.  Acarisida (racun tungau)

Sebelum menggunakan pestisida perhatikan label/tulisan pada kemasan, brosur atau leaflet. Gunakan pestisida sesuai dosis yang dianjurkan dalam kemasan, jangan melebihi dosis. Biasanya pada kemasan terdapat lambang-lambang tertentu (piktogram / diagram gambar) yang sangat berguna agar petani yang menggunakan lebih waspada. Gambar tersebut adalah sbb:


Cara insektisida membunuh serangga hama yaitu:
1.         Meracuni lambung bila insektisida masuk dalam tubuh bersama bagian tanaman yang dimakan.
2.   Insektisida kontak akan masuk tubuh hama serangga melalui kulit (kutikula). Jadi harus langsung bersentuhan dengan hama yang disemprot.
3.        Insektisida masuk melalui pernapasan. Seperti insektisida untuk mengatasi hama gudang.

Dalam melakukan penyemprotan pestisida perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.       Pilih volume / isi tabung alat semprotan sesuai dengan luas areal yang akan disemprot. Jika arealnya luas tabung alat semprotan kecil akan kurang tepat karena petani harus sering mengisinya;
2.       Gunakan alat pengaman (masker penutup hidung dan mulut, baju lengan panjang, sarung tangan, sepatu boot dan jaket;
3.       Penyemprotan yang tepat untuk golongan serangga sebaiknya saat stadium larva (ulat) dan nimfa (serangga muda/anak) atau masih berupa telur. Serangga dalam stadium pupa dan imago (serangga dewasa) umumnya kurang peka terhadap insektisida;
4.       waktu yang baik dilakukan penyemprotan hama adalah waktu terjadi aliran udara naik yaitu jam 08.00 – 11.00 WIB (pagi hari) atau sore hari jam 3 – 6 sore. Jika terlalu pagi atau sore  mengakibatkan pestisida yang menempel pada bagian tanaman akan terlalu lama mengering dan mengakibatkan tanaman yang disemprot keracunan. Terlalu pagi daun masih berembun sehingga pestisida yang disemprot tidak dapat merata. Jika matahari terlalu terik akan mengakibatkan pestisida mudah menguap.
5.       Jangan melakukan saat angin kencang karena banyak pestisida tidak mengenai sasaran;
6.       Jangan menyemprot melawan arah angin karena bisa mengenai orang yang menyemprot
7.       Penyemprotan yang dilakukan saat hujan akan membuang tenaga dan biaya sia-sia;
8.       Jangan makan, minum dan merokok pada saat menyemprot;
9.       Alat semprot harus segera dibersihkan setelah digunakan. Air bekas cucian jangan dibuang ke sungai atau sumber air lainya;
10.   Segera mandi dengan bersih menggunakan sabun dan pakaian yang digunakan segera cuci.

Jika terjadi keracunan pestisida dengan gejala tubuh terasa kurang enak, misalnya pusing, mual, kulit panas, gatal, mata berkunang-kunang segera hentikan kegiatan menyemprot. Juga apabila beberapa jam setelah menyemprot pestisida tubuh terasa lemas, sulit tidur, gangguan perut, berkeringat tidak wajar, gugup dan sebagainya. Langkah-langkah yang diambil yaitu:
1.       Bila pestisida masuk mulut dan penderita sadar;
a.     Muntahkan penderita dengan mengorek dinding belakang tenggorokan dengan jari atau alat lain yang bersih atau memberi air hangat yang dicampur 1 sendok makan garam. Pemuntahan dilakukan secara terus menerus sampai keluar cairan jernih. Usahakan muntahan tidak masuk ke paru-paru dengan cara posisi kepala lebih rendah dan menghadap ke bawah;
b.      Jangan beri susu atau minuman dan makan yang berlemak bila teracuni golongan klorhidrokarbon;
c.      Beri susu atau putih telur dalam air bila tertelan bahan korosif. Bila keduanya tidak ada dapat diberi air putih;
d.   Bila penderita kejang jangan dilakukan pemuntahan. Baringkan dan beri bantal di bawah kepala penderita. Buka kancing baju di sekitar leher agar pernapasan lancar.

2.       Bila pestisida terhisap
a.       Bawa ke tempat terbuka dan berudara segar bila penderita mengisap debu, bubuk, uap atau butiran-butiran semprotan;
b.      Longgarkan pakaian dan baringkan dengan dagu terangkat agar bernafas bebas;
c.       Gerakan tangannya naik turun agar penderita bisa menghirup udara segar secara maksimal;
d.      Hubungi segera petugas kesehatan.

3.       Bila mengenai mata;
Segera cuci mata dengan air bersih yang banyak secara terus menerus selama 15 menit. Tutup mata dengan kapas bersih.

4.       Bila tertelan dan penderita tidak sadar;
a.   Usahakan saluran pernapasan tidak tersumbat. Bersihkan hidung dari lendir atau muntahan dan bersihkan mulut dan air liur, lendir, sisa makanan dan lepaskan gigi palsu jika ada;
b.      Baringkan penderita dengan posisi tengkurap dan kepala menghadap ke samping;
c.      Bila penderita berhenti bernapas lakukan pernapasan buatan, namun bukan pernapasan dari mulut ke mulut agar penolong tidak ikut keracunan;
d.      Bawa ke balai pengobatan terdekat.

5.       Bila penderita kejang;
      Longgarkan pakaian di sekitar leher, taruh bantal di bawah kepala, lepaskan gigi palsu jika ada. Berikan ganjal antara gigi agar lidah dan bibir tidak tergigit.

6.       Bila mengenai kulit.
a.       Bersihkan kulit yang terkena dengan air mengalir dan sabun sampai bersih;
b.      Jangan oleskan bahan apapun ke kulit yang terkena, terlebih yang mengandung minyak.


Penggunaan pestisida nabati lebih dianjurkan karena lebih ramah lingkungan dan aman.





Dari berbagai sumber

Jumat, 18 Februari 2022

BERTANAM BAWANG MERAH DALAM POT


Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan oleh ibu tangga di Indonesia. Akan tetapi pasokan bawang merah sering tidak mencukupi kebutuhan, sehingga sering terjadi kenaikan harga bawang merah di pasaran.

Untuk mengatasi hal tersebut, setiap rumah tangga dapat membudidayakan bawang merah sendiri. Hal tersebut seperti yang telah saya anjurkan ke anggota KWT saya dalam memanfaatkan pekarangannya dan hasilnya cukup memuaskan. Bawang merah dapat ditanam dalam pot, polybag, kaleng bekas maupun plastik bekas di pekarangan. Yuk kita menanam bawang merah sendiri.




MEDIA TANAM
-       Media  tanam  harus  sudah  siap  paling lambat  dua  minggu  sebelum  tanam  supaya terjadi pemadatan media yang sempurna.
-     Media   yang  baik  untuk  digunakan  terdiri  dari  tanah gembur  atau  tanah lapisan atas,  kompos/pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan volume 1 : 1 : 1. Aduk ketiga bahan  ini sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot.
-   Jika tidak ada sekam padi, cukup menggunakan tanah & kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1.

 PENANAMAN

  •  Untuk menanam di polybag atau pot dapat disemai terlebih dahulu atau langsung ditanam dalam polybag
  • Benih berupa siung bawang merah dipotong 1/3 bagian dari pucuknya. perlakuan ini mempunyai keuntungan antara lain:
  1.  Umbi cepat tumbuh dan bertunas
  2. Pertumbuhan merata
  3. Banyak anakan sehingga umbi meningkat


Tanam hanya 2/3 bagian umbi, jangan sampai terbenam semua agar tidak mudah busuk kemudian disiram



Simpan ditempat yang teduh selama 2 hari dan disiram air secukupnya. Setelah 2 hari baru letakkan tanaman ditempat yang banyak sinar mataharinya.

Penyulaman dilakukan apabila ada biji yang tidak tumbuh, penyulaman dilakukan 1 Minggu Setelah Tanam 

PEMELIHARAAN TANAMAN 

  • Bawang merah tidak suka media tanam yang becek karena umbinya bisa mudah busuk. Usahakan lembab biasa saja, tidak kering pula.
  • Letakkan pot ditempat yang terkena cahaya matahari langsung karena bawang merah suka panas
  • Pemupukan dibenamkan dalam tanah sedalam 10 cm ditepi wadah/polybag sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama dilakukan umur 10 hari Hari Setelah Tanam (HST) dan 30 HST menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis yang sama sebanyak 1/2 sendok makan.
PANEN DAN PASCAPANEN
-          Setelah umbi beranak banyak dan setelah daun terkulai, maka umbi siap dipanen
-    Jika sudah waktunya panen, cabut saja seluruh tanamannya. Kalau mau menanamnya lagi, sisakan satu bonggol umbi agar dia berkembang lagi.
-          Setelah dipanen umbi dijemur sampai kering agar tahan simpan.




Sumber:
-          BPTP Kalimantan Barat. Teknologi Budidaya Bawang Merah Di Lahan Gambut

Jumat, 28 Mei 2021

BERTANAM TERONG DALAM POT

Apa kabar para pembaca blog ini??? 

Masih dalam rangka menggalakkan program Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2L) untuk mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga dan untuk menekan angka stunting dengan penyediaan gizi bagi kelurga, kali ini saya memposting bagaimana cara bertanam terong dalam pot. Kali ini adalah bertanam terong dalam pot.

Tanaman Terong Dalam Karung
Lagi - lagi tentang mempunyai lahan terbatas, bukan berarti tidak bisa menanam terong di pekarangan. Bertanam dengan menggunakan polybag, pot atau pun memanfaatkan karung bekas dan sak semen. Selain membuat pekarangan jadi asri, Anda bisa banyak berhemat.  Rumah pun bisa menjadi hijau dan sejuk dengan sedikit kreativitas .

Terung  memiliki  kandungan  gizi  yang cukup  tinggi    dan  mempunyai  banyak  khasiat disebabkan  adanya  kandungan  alkaloid  solanin. 

Ayo kita ikuti langkah - langkah bertanam terong dalam pot berikut ini..  


PERSEMAIAN

Wadah semai yang digunakan seperti  polybag berukuran 10 x 12 cm² (berdiameter 5 cm), plastik bening bibit (oker), gelas air mineral yang sudah dilubangi bagian bawahnya, bekas rak telur baik yang dari kardus maupun yang dari plastik, ataupun dari daun pisang.

Masukan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1. Bila tanahnya berliat bisa ditambah pasir. 

Sebelum disemai, biji/benih diberi perlakuan benih berupa direndam dahulu di dalam air hangat (50°C) selama 1 jam untuk memecahkan dormansi sehingga cepat berkecambah serta mematikan benih penyakit.

Tanam benih satu biji perwadah .Tutup biji dengan lapisan tanah tipis atau kompos. Biji yang telah dibenam disiram sampai basah. Taruh ditempat teduh atau dibuat sungkup. Penyiraman dilakukan setiap hari. 



Contoh Wadah Pembibitan Dari Daun Pisang

Bila bibit terung sudah berumur 6 minggu (1,5 bulan) atau sudah memiliki daun 4 - 5 helai, bibit tersebut sudah siap untuk ditanam ke dalam pot. 


PENANAMAN

Media  tanaman  ada baiknya disiapkan paling lambat 2 minggu sebelum tanam. Media tanam yang  cocok  atau idealnya adalah campuran  tanah  subur/tanah lapisan atas (topsoil) ,  pupuk kandang  dan  serbuk  gergaji (lebih baik sudah difermentasi dengan EM4 selama 3 minggu) atau sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Cara menanam pilih bibit yang tumbuh subur dan normal. Keluarkan dari wadah semai dengan hati - hati. Jika menggunakan wadah dari daun pisang maka bisa langsung ditanam tanpa membuang daun pisang karena bisa hancur dengan sendirinya seiring waktu.  

Kemudian buat lubang tanam.  Tenanaman  bibit  di  lubang  tanam  secara  tegak dan tidak terlalu dalam dan tutup dengan sedikit tanah. Taburkan pupuk SP-36 sebanyak 1 sendok kemudian tutup lagi dengan tanah dan padatkan tanah. Pemberian pupuk SP-36 digunakan sebagai pupuk dasar dimana salah satu fungsi P adalah untuk merangsang pertumbuhan akar tanaman muda sehingga dapat memperbanyak akar tanaman muda yang dapat menyerap unsur hara lebih banyak. Siram media tanam. 

Waktu penanaman dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak layu. Satu pot berisi hanya 1 tanaman dan tidak boleh lebih.  Taruh tanaman di tempat yang sinar mataharinya cukup, karena tanaman terong memerlukan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

 

PEMELIHARAAN

  • Penyiraman secukupnya setiap hari karena tanah dalam pot mudah kering
  • Penyiangan gulma / rumput liar harus dilakukan jika tumbuh di dalam pot agar tidak terjadi persaingan dalam pengambilan unsur hara.
  • Sulam  tanaman  yang  pertumbuhannya  tidak normal, mati  atau  terserang  hama  penyakit. Hal  ini  dilakukan  maksimal  umur  15  hari setelah tanam
  • Pemasangan  turus yang terbuat  dari  bambu atau kayu ukuran  80-100 cm. Sebaiknya dipasang  lebih  awal  agar  tidak mengganggu sistem  perakaran,  ditancapkan  secara individu dekat batang dan ikat.
  • Pemupukan  sebaiknya  dilakukan  dengan pupuk  organik seperti MOL atau POC. Semprot 1 minggu sekali atau dikocor. Jika menggunakan pupuk kimia seperti NPK maka dapat ditabur sebanyak 1 sendok kemudian ditutup dengan tanah sebulan sekali. Dapat juga NPK 1 genggam atau sekitar 3 sendok + POC sebanyak 1 gelas air mineral yang dicampur dengan air 20 liter, kemudian siramkan sebanyak 1 gelas air mineral dan lakukan 1 minggu sekali.
  • Lakukan pemangkasan (pruning) tunas - tunas liar yang tumbuh di ketiak daun pertama hingga bunga pertama. Hal ini dimaksudkan agar tunas - tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh. 
  • Setelah tanaman cukup umur untuk berbuah, maka untuk merangsang bunga dan buah yang banyak dilakukan pemupukan yang mengandung Kalium Pospat yang banyak tersedia di toko pertanian. Selain itu dapat juga bisa dicampur dengan POC perangsang fase generatif yang bisa kita buat sendiri.
  • Untuk mencegah serangan hama dan penyakit dapat dilakukan penyemprotan pestisida nabati secara rutin seminggu sekali pada pagi atau sore hari.

PANEN

Petik buah pertama setelah umur 3-4 bulan (tergantung  dari  jenis  dan  varietas  yang ditanam). Terung  dapat  berproduksi  hingga  umur  5-6 bulan. Buah dipetik dengan menggunakan gunting atau pisau. Panen buah berikutnya dapat rutin dilakukan 3 - 7 hari sekali. 

Demikian para pembaca sekalian cara bertanam terong dalam pot... semoga dapat bermanfaat... 




Sumber:

Firdaus & Endang susilawati. 2012. budidaya tanam terung dalam pot. balai pengkajian teknologi pertanian  (BPTP) jambi

Alexander J Rieuwpassa. Teknologi Budidaya Terung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku 

  

Kamis, 27 Mei 2021

ASPEK - ASPEK PENTING DALAM PENYULUHAN

Pembaca dimanapun anda berada... jumpa lagi di blog ini...kali ini saya ingin membagikan tentang aspek -aspek penting dalam melaksanakan penyuluhan pertanian. Bagi anda yang bergerak dalam bidang penyuluhan pertanian penting mengetahui tentang hal tersebut. 

Menurut Dr. Ir. Achmad MS  bahwa  Prinsip - prinsip dasar dalam penyuluhan antara lain:

  1. Materi penyuluhan harus benar dan teruji
  2. Materi penyuluhan harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman obyek suluh
  3. Penyuluhan dilakukan dengan penuh keikhlasan
  4. Penyuluhan dilakukan dengan keteladanan
  5. Penyuluhan dilakukan dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan
  6. Penyuluhan dilakukan dengan memahamkan bukan mendikte
  7. Penyuluhan dilakukan dengan mendidik, bukan mencemooh, mencela atau membuka aib
  8. Penyuluhan dilakukan dengan mengenal dulu dengan baik obyek suluhnya
  9. Penyuluhan dilakukan secara bertahap
  10. Penyuluhan dilakukan secara terus menerus
  11. Penyuluhan dilakukan dengan menyampaikan dahulu harapan sebelum menyampaikan resiko
  12. Penyuluhan dilakukan dengan mempermudah bukan mempersulit
  13. Penyuluhan dilakukan berhati-hati agar tidak mudah tertipu
  14. Penyuluhan mengedepankan hal-hal prinsip sebelum menyampaikan hal-hal yang diperdebatkan
  15. Penyuluhan dilakukan terkoordinir rapi bukan secara pribadi
  16. Penyuluhan dilakukan disertai dengan doa kepada Allah SWT

Kompetensi penyuluh untuk menjalankan aktivitas:

  1. Jujur dengan Tuhan dan manusia, memiliki keikhlasan, keterbukaan, prinsip hidup dan integritas moral
  2. Antusias, memenuhi janji, serius, disiplin, berusaha maksimal, dan kerja sesuai standar
  3. Konseptual, research development, akademis, kreativitas inovatif, menguasai bidang kerja, operasional
  4. Komunikasi hubungan sosial, membangun visi norma, kepemimpinan dan mengelola konflik
  5. Sehat

Hindari kelemahan penyuluh :

  1. Mengharapkan pujian dari sesama
  2. Mengungkit-ungkit kebaikannnya
  3. Sombong
  4. Tertipu oleh manisnya dunia dan asesorisnya
  5. Ingin segera memetik hasilnya
  6. Mengikuti hawa nafsu
  7. Berlebih-lebihan 
  8. Lemah Semangat

Demikian para pembaca sekalian... semoga bermanfaat dan salam sehat...

Jumat, 19 Maret 2021

BERTANAM SAWI DALAM POT

Jumpa lagi para pembaca....kali ini saya memposting tentang salah satu komoditi sayuran yang tentunya sudah dikenal luas yaitu sawi. Manfaatkan waktu senggang anda dengan menanam sayuran sawi di pekarangan.

Sawi merupakan jenis sayuran yang banyak digemari untuk dikonsumsi mentah sebagai lalapan maupun untuk berbagai jenis masakan. Menanam sawi sendiri tentunya bisa dilakukan di pekarangan anda. Sawi sebagai salah satu jenis sayuran daun, dapat dengan mudah kita tanam dirumah, baik ditanam di lahan langsung maupun dalam pot.  Ada banyak jenis sawi yang bisa kita tanam seperti sawi keriting, sawi pahit, pakcoy, sawi manis, sawi putih dan lain - lain.
















Langkah - langkah menanam sawi dalam pot:


PERSEMAIAN

Wadah Semaian Sawi Dari Rak Telur
Jika di tanam di wadah berupa polybag dan lainnya, sebaiknya benih sawi disemai terlebih dahulu. Caranya: siapkan wadah semai yang dapat berupa tray semai yang bisa dibeli ditoko pertanian atau menggunakan rak telur berbahan plastik yang di beri lubang untuk membuat kelebihan air. Dapat juga menggunakan kotak plastik mika yang di beri lubang – lubang. Atau menggunakan rak telur berbahan kardus/kertas yang kita buat lapis 3 agar tidak mudah hancur jika terkena air.




Selanjutnya siapkan media semai yang dapat berupa tanah lapisan atas yang gembur dicampur dengan pupuk kandang. Media yang sudah dicampur tersebut kemudian dimasukkan ke wadah semai dan diratakan. Kemudian benih sawi di semai dengan cara bisa meletakkan benih satu persatu pada setiap contong. 

Jika menggunakan   kotak plastik mika maka benih dapat juga ditabur jarang. Setelah benih diletak kemudian tutup tipis dengan tanah. Siram media semai. Letakkan wadah semai ditempat teduh dan tidak terkena hujan langsung. Biasanya benih akan berkecambah sekitar 3 hari kemudian. Jika sudah tumbuh kenakan sinar matahari beberapa saat agar bibit tidak meninggi dan lemah (etiolasi). Akan lebih baik dibuat sungkup dari plastik bening.


PENANAMAN

Siapkan wadah tanam  berupa pot atau polybag atau  wadah tanam lainnya yang memanfaatkan limbah. Jika ibu-ibu rajin membeli minyak goreng yang kemasannya berupa plastik, nah plastik kemasan itu jangan dibuang. Caranya buat lubang pada plastik tersebut seperti pada polybag pada kemasan plastik tersebut. Kemasan plastik kita gunting bagian atasnya, dan sisakan ketinggian 20 – 25 cm saja. Botol dan jerigen plastik bekas yang tidak terpakai juga dapat digunakan sebagai wadah. Beri lubang – lubang pada plastik untuk membuang kelebihan air. Selain itu juga dapat menggunakan kotak styrofoam bekas buah yang biasanya dijual dipedagang buah.

Setelah wadahnya siap, selanjutnya kita siapkan media tanam. Media tanam yang baik dapat menggunakan campuran tanah lapisan atas (topsoil), pupuk kandang atau kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Sebaiknya media tanam ini disiapkan sebelum melakukan persemaian. Hal ini agar semua campuran media tanam tersebut bisa kita masukan ke dalam pot dan kemudian dibiarkan selama ± 2 minggu. Hal ini dimaksudkan karena cara kerja pupuk kandang atau kompos yang diberikan ke tanam bersifat slow reales yang artinya prosesnya lambat dalam menyuburkan tanah dan melepaskan unsur hara ke dalam tanah. Sehingga jika setelah 2 minggu baru ditanami maka media tanahnya sudah subur dan kaya unsur haranya.

Bibit sawi yang sudah memiliki 4 helai daun dan berumur sekitar 2 - 3 minggu dapat dipindah tanam ke pot. Penanaman sebaiknya dilakukan  pada sore hari yang teduh agar tidak langsung terkena sinar matahari dan layu. Cara penanamannya bibit dicabut dengan mengikutsertakan tanahnya dengan hati – hati agar akarnya tidak terputus. Jika menggunakan wadah bekas rak telur berbahan kardus, maka tidak perlu dicabut dimana diikutkan karena bisa hancur sendiri. Setelah itu ditanam dengan terlebih dahulu membuat lubang tanam, masukkan bibit dan dipadatkan kemudian disiram air.

Jika wadah yang kita gunakan agak besar, maka dalam satu pot dapat ditanam lebih dari satu bibit dengan diatur jarak tanamnya agar tidak saling berdekatan.


PEMELIHARAAN

Agar tanaman dapat tumbuh subur seperti yang diharapkan perlu dilakukan pemeliharaan yang terdiri dari penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.

Tanaman sawi memerlukan air yang cukup untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu perlu dilakukan penyiraman pagi dan sore hari. Jika hujan tidak perlu disiram.

Sawi dapat ditanam ditempat yang teduh maupun yang terbuka, tetapi di tempat terbuka yang terpapar sinar matahari dan cukup maka tanaman akan lebih cepat besar dibanding yang diletakkan ditempat yang teduh.

Tanaman perlu diberi pupuk yang kaya kandungan Nitrogen (N) agar daunnya subur dan hijau. Hal ini karena hasil panen yang diambil dari sawi adalah daunnya. Fungsi unsur Nitrogen adalah untuk pembentukan fase vegetatif yang salah satunya adalah pembentukan daun. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kimia anorganik seperti Urea atau NPK atau pupuk daun. Jika ingin mendapatkan hasil panen  yang lebih sehat bisa menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Untuk pupuk organik padat seperti pupuk kandang atau kompos sudah kita berikan ke media tanam sebelum tanaman dipindahkan ke pot seperti yang sudah dijelas sebelumnya. POC dapat kita buat sendiri dirumah, cara membuatnya sudah pernah saya posting dalam blog saya ini. Dapat juga menggunakan pupuk kimia dicampur POC.

Cara memupuknya yaitu dengan disiram/kocor atau jika hanya pupuk kimia selain dikocor/siram juga dapat ditabur kemudian ditutup dengan tanah secara tipis saja. Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara disemprot ke daun pada pagi atau sore hari. Pemupukan dapat dilakukan setiap seminggu sekali.

Sawi biasanya juga terserang hama seperti siput yang menyerang tanaman sawi masih muda. Kemudian hama yang menyerang juga bisa berupa ulat dan kutu. Hindari penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama yang menyerang, agar hasil panennya lebih sehat terbebas dari residu bahan kimia berbahaya. Gunakan pestisida nabati yang dapat dibuat dari bahan seperti larutan tembakau, bawang putih, kulit bawang dan lain –lain. Penyemprotan pestisida nabati ini dapat dilakukan secara rutin untuk mencegah serangan hama.

Untuk mengendalikan hama siput yang menyerang tanaman muda dapat dilakukan dengan menabur bubuk kopi bekas di atas permukaan tanah.


PANEN

Sawi dapat dipanen pada umur 1 – 1,5 bulan dengan cara dicabut. Tetapi jika untuk konsumsi sendiri untuk menghemat dapat dilakukan dengan cara mengambil daun – daun tua hingga sedang. Tinggalkan bagian yang muda agar bisa menjadi besar lagi.

Demikian teknik bertanam sawi dalam pot yang mudah untuk pembaca lakukan dirumah... ayo silahkan dicoba