Minggu, 27 Agustus 2017

MENGENAL PENYAKIT TANAMAN DURIAN DAN CARA MENGENDALIKANNYA

Siapa yang tidak suka durian??? Masyarakat Indonesia umumnya menyukai buah yang memiliki aroma tajam tersebut. Karena begitu terkenalnya durian dan memiliki banyak penggemar hingga dijuluki KING OF THE FRUIT. 


Hasil gambar untuk buah durian


Hingga kini durian tidak saja menjadi tanaman hutan (seperti biasanya yang terjadi di daerah saya), tetapi juga sudah banyak di budidayakan. Harga buah durian yang begitu menggiurkan membuat banyak orang yang membudidayakannya. 

Seperti tanaman budidaya yang lain, hama dan penyakit selalu menjadi masalah yang merugikan.  Untuk itu kali ini saya akan memposting  penyakit tanaman durian dengan harapan dapat membantu pekebun durian. Untuk hama tanaman durian akan saya posting berikutnya.

PENYAKIT DURIAN

1.  BUSUK BUAH Phytophthora
Penyakit ini disebabkan cendawan Phytophthora palmivora menyerang saat musim hujan tiba. Menyerang buah muda hingga buah yang sudah matang. Buah yang sudah terserang tidak mungkin dijual, sehingga sangat merugikan.

Gejala serangan:
  • Serangan dimulai dengan munculnya bercak - bercak basah basah pada kulit buah.
  • Mula-mula berwarna coklat, kemudian perlahan - lahan menjadi hitam. 
  • Proses pembusukan kulit lama kelamaan akan masuk ke daging buah dan biji
  • Pada kondisi lembab akan terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih di bercak tersebut.







Cara Pengendalian:
  • Penyemprotan fungisida seperti Previcur N, Ridomil dan dithane.
  • Tanaman terserang disemprot 3 - 4 hari sekali kalau cuaca mendung dan hujan.
  • 5 pohon  disekitar pohon yang terserang juga harus disemprot fungisida.
  • Untuk tindakan preventif maka interval waktu penyemprotan 1 - 2 minggu sekali.


2.  KANKER BATANG
Sebagaimana dengan penyakit busuk buah, penyakit kanker batang juga disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora. Daerah berisiko tinggi adalah dataran rendah yang lahannya kekurangan air saat musim kemarau. Cendawan tidak aktif dimusim kemarau, tetapi akan menyerang ketika kelembaban tinggi karena hujan. 

Gejala serangan:
  • Adanya luka basah pada kulit batang dekat tanah. luka mengeluarkan lendir berwarna merah.
  • Pada serangan akut, kulit batang membusuk sehingga bagian kayunya membuka.
  • Kayu yang terinfeksi berwarna coklat kemerahan dengan bintik merah dan ungu.
  • Kalau batang diketok, akan terdengan gaung yang nyaring karena adanya lubang di bagian dalam.
  • Pada serangan berat setelah seluruh lingkaran batang busuk, pucuk tanaman mengering, daun layu berguguran dan akhirnya mati.
GEJALA AWAL PENYAKIT KANKER BATANG



Cara Pengendalian:
Penyakit ini mudah diatasi asalkan ditangani sjak dini.
Yang paling efektif adalah dengan pengendalian terpadu (PHT) yaitu dengan :

a.  Teknik Budidaya. Tujuan nya agar kebun tidak lembab disekitar pohon dan sirkulasi           udara lancar
  • Penanaman dengan jarak tanam yang lebih jarang 
  • Menyiangi gulma yang tumbuh di bawah pohon
  • Memangkas cabang yang terlalu dekat tanah
b. Kultur Teknis.
Dengan menanam durian spesifik lokal yang menjadi batang bawah (understump), sebagai entrys baru menggunakan durian unggul. 

c. Mengoles Bordo Di Batang Tanaman Durian. Tindakan ini untuk pencegahan.
Cara membuat bubur bordo:
  • Terusi 150 gram, kapur tohor/gamping 150 gram serta air 10 liter.
  • Terusi dan kapur ditumpuk kemudian dilarutkan 
  • Sebelum diaplikasikan ke tanaman bubur bordo harus diencerkan dalam 10 liter air
d. Kimia. 
  • Kulit batang yang membusuk dikerok sampai terlihat bagian kayu yang masih sehat
  • Sisa kulit dan batang yang dikerok harus segera dibakar agar tidak menjadi sumber patogen
  • Setelah dikerok diolesi dengn fungisida seperti Previcur N dengan dosis 2 ml/l. atau dapat juga menggunakan Ridomil 3 - 5 ml/l.
  • Luka nya lebih baik ditutup dengan parafin carbolineum.




3.  KARAT/BERCAK DAUN
penyakit ini disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Menyerang di pembibitan maupun di kebun. Serangan pada bibit dapat menyebabkan kematian sampai 50%. Sedangkan pada tanaman dewasa menyebabkan gugur daun, mematikan cabang dan ranting.

Penyakit ini menularnya sangat cepat pada saat musim hujan. Penyebarannya melalui kontak daun yang terinfeksi dengan daun yang sehat, lewat serangga, dan melalui percikan air hujan. Cendawannya dapat bertahan hidup di tanah.

Gejala serangan:
  • Ditandai dengan timbulnya bercak kecil basah di daun.
  • Bercak semakin lama semakin lebar dan akan mengering berwarna coklat.
  • Kalau diamati daun yang terinfeksi dipenuhi benang - benang cendawan berwarna kuning.
  • Daun yang sakit akan gugur.
  • Pada serangan berat tajuk akan gundul sehingga fotosintesa terganggu.dan produksi buah rendah.



Cara Pengendalian:

  • Pada pembibitan dilakukan penyiraman teratur, asal tidak berlebihan. Jarak tanam diperlebar; dan daun yang terinfeksi dipangkas.
  • Disemprot dengan fungisida berbahan aktif carbendazim, triadimefo, flototanil, benomyl, pencycuron, thiophanate methyl. Contoh fungisidanya Rovral WP atau Folicur WP sebanyak 2 gram/l air. Interval penyemprotan sama seperti apda penanggulangan penyakit kanker batang.


4.  JAMUR UPAS/PINK DISEASE
Penyakit ini disebabkan oleh Corticium salmunicolor. Mewabah ddi daerah curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Pada cuaca lembab basidiospora dan konidia cendawan terbentuk dan tersebar melalui air hujan dan angin. itu sebabnya penyakit jamur upas sering disebut penyakit cendawan angin.

Gejala serangan:
Yang diserang adalah bagian cabang dan ranting. Pohon bertajuk rimbun mudah terinfeksi jamur upas.

  • Keluarnya cairan berwarna kuning jingga dari cabang yang terserang.
  • Permukaan kulit cabang diselimuti hifa berwarna putih.
  • Pada kondisi lembab hifa akan berubah menjadi warna pink.
  • Infeksi akan mematikan kulit kayu.
  • Jika serangan terlalu berat maka daun akan layu dan kering.


    Cara Pengendalian:
    • Cara pengendalian sama dengan penyakit kanker batang.
    • Pengolesan bubur bordo dengan interval lebih sering.


    5.  AKAR PUTIH
    Penyakit ini disebabkan oleh Rigidoporus lignosusDurian yang ditanam di bekas kebun karet, singkong, kopi, belimbing, rambutan, mangga, pepaya, kentang, albasia, cabai dan lada beresiko terserang penyakit ini.

    Gejala serangan:

    gejala serangan dapat dilihat dari tampilan pohon.


    • Daun berubah warna menjadi kuning akhirnya menjadi coklat mengerut dan akhirnya gugur.
    • Akar yang terserang akan diselimuti rhizomorphs berwarna putih. Untuk itu akar perlu dibongkar dan.
    • Serangan pada akar akan menimbulkan kematian jika tidak dikendalikan.


      Cara Pengendalian:
      • Tindakan preventif harus dilakukan sejak pembukaan lahan, yaitu dengan membersihkan seluruh tunggul tanaman inang yang sudah disebutkan di atas dengan cara dibongkar dan dibakar. selanjutnya lubang bekas tunggul inang tersebut disemprot fungisida berbahan aktif tridemorph, triademefon, propiconazole atau triozole sesuai dosis anjuran.
      • Lubang tanam di siram dengan fungisida tersebut diatas. contohnya bisa menggunakan Bayleton 2 ml/l air.
      • Penyiraman juga bisa dilakukan saat tanam atau pada pohon yang terserang. Interval penyiramannya 3 - 4 hari sekali. Sebagai tindakan preventif disiram 2 minggu sekali.
      • Tanah disekitar pohon ditaburi belerang.

        Sumber: 
        Trubus. Panduan Praktis. Sepuluh Hama dan Penyakit Intai Durian Anda.
        Onny Untung. Seri Agribisnis. Durian. Untuk Kebun Komersil dam Hobi.

              Kamis, 24 Agustus 2017

              HAMA TANAMAN DURIAN

              Setelah sekitar 1 minggu yang lalu saya memposting tentang penyakit tanaman durian, kali ini agar melengkapi maka postingan kali ini tentang hama tanaman durian.

              Bicara tentang durian tak bosan - bosannya sambil membayangkan lezatnya menyantap buah durian yang jika musim panen raya tiba begitu berlimpah dengan harga yang sangat terjangkau. Setiap orang bisa menyantap sepuasnya tanpa takut bikin dompet jebol...itu kalo di daerah tempat tinggal saya lo. Tapi bagi yang bermukim di pulau jawa, tentunya harga durian lumayan mahal.

              Oke...kembali ke hama tanaman durian yang saya pilih adalah beberapa hama penting yang menimbulkan kerugian. Semoga bermanfaat buat pekebun dan hobiis tanaman durian.

              HAMA TANAMAN DURIAN

              1.  ULAT PENGGEREK BUAH
              Ulat penggerek buah ada 2 jenis yang paling banyak ditemui di Indonesia yaitu Hypoperigea leprostricta dan Tirathaba ruptilenea.  

              Hypoperigea leprostricta ngengatnya berwarna coklat tua dengan bercak putih pada sayapnya. Larva akan menetap di dalam biji sampai buah rontok. Begitu buah rontok larva akan keluar  masuk dalam tanah. Ulat berubah menjadi pupa/kempompong di dalam tanah. Kemudian pupa menetas menjadi ngengat. Ngengat generasi baru akan melubangi buah durian untuk mengulangi siklus hidupnya. 

              Tirathaba ruptilenea adalah ulat penggerek buah yang paling banyak menyerang di Indonesia. Aneka kultivar durian unggul sudah dirilis hampir semua mencantumkan tingkat kerentanan terhadap hama ini. 

              Gejala serangan:

              • Larva Hypoperigea leprostricta yang menyerang buah durian berwarna merah ungu dengan panjang 3,5 cm yang melubangi kulit buah dan masuk ke dalam daging buah serta biji dan berdiam disana untuk mencari makan. Daging buah yang terlewati akan membusuk.  
              • Larva Tirathaba ruptilenea berwarna hitam kecoklatan. Larva menetas dari telur yang diletakan di kulit buah. Kemudian masuk ke daging buah dan mengoroknya sampai membusuk.
              • Kadang-kadang jika menyerang buah muda akan rontok. Begitu dibelah akan akan nampak ulat penggerek buah. 



              Cara Pengendalian:

              • Tindakan preventif dengan mencangkul tanah di bawah tajuk pohon untuk mematikan kepompong ngengat. Buah yang gugur karena hama ini dikumpulkan dan dibakar agar siklus hamanya terhenti.
              • Penyemprotan insektisida seperti Decis EC atau Buldog EC dengan dosis 1 ml/l air dengan interval 2 minggu sekali. Jika sudah ada serangan dapat ditingkatkan menjadu 3 - 4 hari sekali. Penyemprotan hanya dilakukan pada pohon yang terserang atau 4 -5 pohon di sekitarnya. 


              2.  PENGGEREK BATANG
              Ulat penggerek batang ada 2 jenis akan kita bahas yaitu Xyleutus leuconotus dan Batocera naminator.  Hama ini meskipun tingkat kerugian yang ditimbulkan tidak seganas penyakit kanker batang, namun tetap menurunkan produktivitas.

              Gejala serangan:
              • Ditandai dengan lubang kecil pada batang atau cabang dan menumpuknya kotoran serbuk berwarna kemerahan. 
              • Awalnya hama menggigit kulit kayu, kemudian meletakan telurnya disitu. Setelah telur menetas, larvanya akan ke dalam batang atau cabang. Larva akan merusak phloem dan xylem sehingga transportasi air dan hara ke seluruh jaringan tanaman akan terganggu.
              • Daun  pada cabang yang terserang akan mati. Lama - kelamaan pohon juga ikut mati.

                Cara Pengendalian:
                • Cara mekanis. Cabang atau ranting yang terserang dipotong 5 cm dari lubang gerekan. Kemudian membakar potongan tersebut agar larvanya mati. Teknik lain dengan memasukan kawat ke dalam lubang dengan harapan ulat terkena kawat dan mati
                • Cara kimiawi. Jika batang utama yang terserang, basahi kapas dengan insektisida seperti Decis EC atau Buldok EC. Kemudian sumbat dengan kapas tersebut.  Seandainya lubang gerekan terletak pada ketinggian maka pengendalian yang paling praktis adalah cara infus. Batang di bor dengan sudut kemiringan 45  derajat sedalam 3 - 10 cm. Selanjutnya di atas lubang itu digantung botol berisi seliter insektisida kimia. Melalui selang kecil, insektisida dimasukan ke lubang. Selesai di infus luabng harus ditutup parafin/lilin untuk mencegah kehadiran penyakit blendok.

                3.  RAYAP
                Tanaman durian kemungkinan beresiko akan terserang rayap jika kebun terdapat banyak bonggol kayu membusuk bekas kebun karet, karena rayap sebenarnya hanya memakan kayu yang sudah mati. Namun rayap dapat mengeluarkan cairan yang dapat mempercepat kematian kulit kayu durian dan jika dibiarkan serangannya akan meluas.

                Gejala serangan:
                • Gejala awal serangan adanya alur atau terowongan dari tanah yang menempel di batang.

                Cara Pengendalian:
                • Preventif. Sanitasi lingkungan cara pencegahan paling efektif. Semua bonggol kayu dimusnahkan hingga bersih.
                • Cara kimiawi. Penaburan 30 - 50 gram Furadan di sekeliling pohon kemudian ditutup dengan tanah. Selain itu insektisida Regent SC dengan dosis 5 ml/l air diberikan dengan cara disemprot, disiram atau diinjeksi.



                Sumber: 
                Trubus. Panduan Praktis. Sepuluh Hama dan Penyakit Intai Durian Anda.
                Onny Untung. Seri Agribisnis. Durian. Untuk Kebun Komersil dam Hobi.

                Minggu, 21 Mei 2017

                PENGUSAHAAN LAHAN GAMBUT UNTUK USAHA TANI

                Beberapa waktu lalu saya sudah memposting tentang pengenalan lahan gambut. Untuk kali ini saya memposting langkah - langkah apa yang harus dilakukan dalam pengusahaan lahan gambut untuk usaha tani. Sebagaimana dalam postingan saya terdahulu sudah kita ketahui bahwa lahan gambut memiliki karakter spesifik, sehingga dalam pemanfaatan untuk pertanian perlu penanganan khusus.

                Idealnya lahan gambut yang cocok untuk digunakan sebagai lahan usaha tani khususnya tanaman pangan adalah yang mempunyai ketebalan lapisan gambut 0,5 - 1,5 meter dan tanah mineral di bawahnya bukan pasir kuarsa. Gambut yang terlalu dangkal akan cepat habis dan yang terlalu dalam mineralisasnya sangat rendah.

                Dalam pengusahaan lahan gambut yang menjadi perhatian petani adalah sebagai berikut:

                A.  DRAINASE
                Umumnya lahan gambut tergenang air (anaerob) berupa rawa, sehingga hampir selalu mengalami dekomposisi bahan organik secara anaerobik yang menghasilkan asam - asam organik yang menyebabkan menurunnya pH tanah. Biasanya pH tanah berkisar antara 3 - 5. Dalam keadaan tanah sangat asam menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan normal keracunan zat besi (Fe) dan Alumuinium (Al).

                Untuk mengatasi keracunan tersebut maka perlu dilakukan pencucian dan pembuangan zat Fe dan Al keluar lahan pertanian. Caranya yaitu dengan membuat saluran drainase. Disamping itu saluran drainase dapat dilalui arus balik air sungai, sehingga dapat memperkaya unsur hara lahan gambut.

                Drainase juga dimaksudkan untuk mengatur permukaan air tanah, sehingga daerah perakaran tidak menjadi kering melainkan tetap lembab. Keuntungan pengaturan permukaan air tanah ini adalah:

                1. Air tetap mencukupi kebutuhan tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh normal;
                2. Air dan udara cukup, sehingga mikroorganisme dapat hidup subur dan proses dekomposisi berjalan baik;
                3. Gambut yang tetap lembab mempertahankan struktur tanah yang baik;
                4. Penyusutan gambut dapat dipertahankan dalam batas normal (berkisar 5 cm/tahun);
                5. Mineralisasi akan berjalan sempurna, karena cukup udara dan air. Mineralisasi akan menghasilkan unsur hara dan komponen tanah yang baik (koloida humus/protein);
                6. Kebakaran gambut dapat dibatasi oleh permukaan air tanah;
                7. Tanaman yang tidak tahan genangan dapat diusahakan di lahan gambut.


                B. PERBAIKAN KESUBURAN 
                Keragaman kesuburan lahan gambut sukup ekstrim, sehingga mempersulit untuk menentukan rekomendasi pemupukan yang bersifat umum. Pengusahaan lahan gambut pada tahun - tahun pertama sering merugikan petani karena akan mengalami penyakit rektamasi dimana tanaman tidak dapat berproduksi sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
                Jika tidak dibenahi tidak menutup kemungkinan petani akan selalu merugi.

                Penyakit rektamasi tersebut disebabkan tidak tersedianya unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan tanaman. Sebagian Nitrogen (N) pada gambut yang baru melapuk tidak tersedia bagi tanaman, walaupun dalam analisa kimia menunjukan kadar N yang tinggi. Kandungan fosfat (P) dan Kalium (K) seringkali kurang memadai serta jumlah unsur mikro yang terbatas mengurangi respon tanaman terhadap pemupukan N dan P. Defiseinsi hara mikro yang sering terjadi pada lahan gambut ialah Tembaga (Cu) dan disusul Seng (Zn) dan Mangan (Mn).

                Pemberian kapur pertanian pada lahan gambut sangat dianjurkan guna menaikan derajat keasaman tanah (pH) sehingga dapat memperbaiki kesuburan tanah. kenaikan pH tanah yang diperlukan tidak harus sampau 5,5. Pemberian kapur ini memberikan manfaat antara lain:


                1. Menambah unsur Kalsium (Ca)/Magnesium (Mg)
                2. Menetralisir Besi (Fe) dan Alumunium (Al) yang meracuni tanaman
                3. Mendorong proses perubahan amonium (NH4) menjadi nitrit (NO2) dan nitrat (NO3), sehingga N dapat diserap tanaman.
                Pemberian kapur perlu dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak mendorong proses mineralisasi berlebihan dan tidak menguras cadangan N dalam bentuk NH4.
                NHyang sudah berubah menjadi NOdan NOakan mudah menguap dan tercuci.

                Secara lengkap penambahan yang harus dilakukan pada lahan gambut untuk lahan usaha tani adalah:

                1. Pengapuran
                2. Pemberian pupuk  P
                3. Pemberian pupuk K
                4. Pemberian unsur mikro.
                Aplikasi 4 poin di atas dosisnya disesuaikan dengan keadaan gambutnya.

                Perbaikan kesuburan gambut dalam (sampai 5 meter) dapat dilakukan dengan mencampurkan tanah mineral sedalam 20 cm. Tetapi hal ini menjadi pekerjaan yang berat bagi petani mengingat memerlukan tanah mineral dan tenaga yang sangat banyak sesuai luasan yang akan digarap. Pencampurannya dapat dilakukan dengan cara:
                • Alur sedalam dan sebelar 20 cm digali. Gambut galian ditimbun dikiri-kanan alur
                • Jarak antar alur adalah 50 cm
                • Alur dibuat memanjang timur - barat
                • Alur yang sudah berisi tanah mineral kemudian diaduk dengan gambut yang semula ditimbun di kanan - kiri alur.
                • alur yang berisi campuran tanah mineral dan gambut dijadikan alur tanaman.
                Sungguh suatu proses yang sangat berat penambahan tanah mineral tersebut, tetapi bisa memperbaiki kesuburan lahan gambut.

                Selain menggunakan kapur, dibeberapa tempat ada petani yang menggunakan abu dalam mengolah lahan gambutnya. Cara mendapatkan abu yaitu dengan membuat pondok pembakaran di lahan. Pada pondok tersebut dijadikan tempat membakar kayu, sampah-sampah organik sehingga menghasilkan abu yang bersih. Kemudian abu ditebar di lahan yang akan ditanami.
                Tapi perlu diingat untuk menghasilkan tanah yang subur tidak boleh melakukan pembakaran gambut. Memang dengan dibakar lahan akan subur, tetapi gambut cepat habis karena terjadi penyusutan (Subsidence). Hal ini sebagaimana sudah saya jelaskan dalam postingan saya terdahulu.




                Sumber:
                Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan , Direktorat Bina Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan. Pemanfaatan Lahan Gambut. 

                Seri Petunjuk Umum Usaha Tani.

                Departemen Pertanian. Buletin Informasi Pertanian. Cara Mengolah Lahan Gambut.








                Senin, 08 Mei 2017

                MENGENAL GAMBUT UNTUK LAHAN PERTANIAN

                Lahan gambut di Indonesia di perkirakan luasnya mencapai 27 juta hektar dan diantaranya ada yang dimanfaatkan untuk pertanian. Lahan gambut mempunyai karakter yang spesifik dibandingkan tanah mineral, sehingga perlu penanganan khusus jika dimanfaatkan untuk usahatani. 

                Agar dalam berusaha tani di lahan gambut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan hasil optimal, ada baiknya kita mengenal karakter lahan gambut agar tidak salah dalam mengelolanya.

                Lahan gambut terbentu karena terjadinya akumulasi bahan organik dari sisa tumbuhan yang telah terdekomposisi melalui proses mineralisasi dan humifikasi. Komposisi gambut di Indonesia umumnya sebagian besar terdiri dari zat lignine, suberine, aspus dan malam (Waxes).

                Penggolongan Tanah Gambut

                DASAR PENGGOLONGAN/PENAMAAN

                NAMA GAMBUT
                Asal bahan pembentukan
                Sfagnum, kayu
                Tingkat kesuburan
                EUTROFIK (sangat subur)
                MESOTROFIK (agak subur)
                OLIGOTROFIK (tidak subur)
                Tingkat Pelapukan/Kematangan
                SAFRIK (sudah lanjut melapuk)
                HEMIK (antara safrik dan fibrik)
                FIBRIK (belum melapuk, bahan asal masih dapat dikenal)
                Posisi
                TOPOGEN (lapisan yang bersentuhkan dengan bahan
                Mineral di bawahnya
                OMBROGEN (lapisan di atas topogen)
                Kubah, lereng, backswamp
                Ketebalan Lapisan
                Tebal atau dalam, tipis atau dangkal
                Tempat
                Pantai (terbentuk karena pengaruh pasang surut)
                Pedalaman (terbentuk di luar pengaruh pasang surut)
                Tripik (subtropik, kutup)


                Sifat Gambut

                1. Fisik - Hidrologis
                Sifat fisik - hidrologis gambut sangat ditentukan oleh kematangan gambut.


                Indikator Penetapan Kematangan Gambut Di Lapangan
                KEMATANGAN
                WARNA GAMBUT
                CAIRAN PERASAN
                SISA PERASAN
                FIBRIK
                Putih kuning Sampai coklat
                Jernih – keruh sampai kental
                Berserat sampai agak Berserat berlendir

                HEMIK
                Coklat sampai Coklat tua
                Koloidal 1/3 sampai ½ bahan terperas keluar
                Agak berserat sampai seperti bubur

                SAPRIK
                Coklat tua sampai hitam
                Suspensi seperti lemak 2/3 sampai seluruhnya bahan terperas keluar

                Sedikit sekali serat sampai tidak ada serat,   berkilap lemak


                2. Kesuburan Gambut
                Kesuburan gambut ditentukan oleh beberapa hal yaitu:

                • Ketebalan dan tingkat kematangan gambut; Semakin tebal gambut  semakin miskin lapisan atasnya, karena akar tumbuhan sebagai bahan dasar gambut semakin sedikit mencapai lapisan tanah mineral di bawahnya. Semakin matang gambut akan semakin subur, karena semakin sempurna dekomposisi bahan organik dan unsur hara lebih banyak tersedia bagi tanaman.
                • Keadaan tanah mineral di bawah lapisan gambut; Gambut yang terbentuk diatas endapan pasir kuarsa lebih miskin dibanding yang terbentuk diatas endapan liat.
                • Kualitas air yang mempengaruhi proses pembentukan ataupun pematangan gambut. 


                3. Penyusutan Gambut (Subsidence)
                Penyusutan gambut dapat disebabkan:

                • Pembakaran; Saat pembukaan lahan, biasanya untuk menghilangkan sisa-sisa penebangan dilakukan pembakaran, diperkirakan menyebabkan penyusutan gambut rata-rat 6 cm. Abu pembakaran gambut memberikan pengaruh baik terhadap tanaman sehingga banyak petani cenderung melakukan pembakaran. Penyusutan akibat pembakaran menyebabkan makin lama gambut makin habis dan sulit dipulihkan. Disamping itu sifat fisik tanah mineral di bawah gambut yang terkena pembakaran menjadi buruk bagi pertumbuhan tanaman.Oleh karena itu pembakaran gambut harus dihindari.
                • Compaction; disebabkan oleh berkurangnya berat gambut akibat drainase, sehingga daya simpan air dan pori tanah. Compaction tidak menghilangkan gambut, tetapi mengurangi volume gambut sebagai tempat akar tanaman tertanam.Pengeringan gambut sifatnya tidak dapat kembali (irrevesible) dimana sekali gambut dikeringkan, maka gambut akan kehilangan sebagian kemampuan menyimpan air.
                • Mineralisasi; Proses dekomposisi bahan organik oleh jasad renik berlangsung terus, sehingga jumlah gambut semakin berkurang. Proses mineralisasi diperlukan pada gambut yang diolah untuk usaha tani, karena menghasilkan unsur hara Nitrogen, Phosfat dan Sulfur yang diperlukan tanaman



                Sumber:
                Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan , Direktorat Bina Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan. Pemanfaatan Lahan Gambut. 
                Seri Petunjuk Umum Usaha Tani

                Minggu, 02 April 2017

                UNSUR HARA TANAMAN


                Unsur hara adalah segala zat yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang biak. Unsur hara diserap oleh tanaman dari air, tanah dan udara. 



                Unsur hara tanaman terdiri dari:
                I.  UNSUR HARA ESENSIAL (C, H, O)


                II.  UNSUR HARA MAKRO, Dibutuhkan dalam jumlah besar dan tidak dapat digantikan oleh unsur yang lain, terdiri dari:

                A. Unsur Makro Primer (N,P,K)
                          
                NITROGEN (N)
                N diserap tanaman dalam bentuk Amonium (NH4) dan Nitrat (N03).
                Kebutuhan N pada tanaman berbeda. Sayuran yang hanya dipanen daunnya memerlukan N yang lebih banyak. 

                Fungsi N:
                -  Untuk pembentukan dan pertumbuhan daun, batang dan akar.
                -  Bagian dari hijau daun yang berguna dalam proses fotosintesis.

                Gejala Kekurangan N:
                • Daun menguning karena kadar klorofil menurun dan Gejala pertama terlihat pada tua
                • Daun sempit dan berguguran dimulai dari daun yang tua
                • Kadang disertai dengan dengan perubahan warna daun menjadi kemerahan sebagai  akibat terbentuknya anthocyanin
                • Pertumbuhan tanaman terhambat

                Kelebihan N:
                • Pemberian yang berlebihan akan menyebabkan kekurangan Kalium 
                • Tanaman mudah rebah karena batang lemah, daun terlalu subur, tanaman terlalu tinggi tetapi perkembangan akar kurang baik
                • Tanaman mudah sakit karena kondisi tanaman sangat lemah, sedangkan tumbuhnya  sangat subur
                • Nisbah akar/pucuk besar sehingga mudah rebah/tumbang 
                • Buah terlambat matang karena N masih merangsang pertumbuhan cabang, ranting dan  daun
                • Kualitas panen kurang baik.

                FOSFOR (P)
                P dibutuhkan dalam jumlah besar dan diserap tanaman dalam bentuk P2O5
                P banyak diberikan pada tanaman yang dipanen bunga maupun buahnya.

                Kegunaan P:
                -  Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar
                -  Mentransport energi dan penyusun karbohidrat
                -  Mempercepat pembentukan bunga dan buah
                -  Mempercepat pematangan buah dan biji
                -  Membantu pembentukan protein 

                Kekurangan P:
                • Tanaman kerdil, ruas batang pendek, warna dau hijau tua tetapi ada juga ujung dan tepi daun berwarna ungu kehitaman, serta tepi daun melengkung ke bawah yang dimulai dari    daun tua
                • Sulit berbunga dan berbuah
                • Buah yang dihasilkan berukuran kecil dan bermutu rendah
                Kelebihan P:
                • Pemberian unsur P yang berlebihan akan menyebabkan kekurangan unsur Kalium (K)
                • Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi(fe), tembaga (Cu) dan seng (Zn) terganggu.

                KALIUM (K)
                K dibutuhkan dalam jumlah besar dan diserap tanaman dalam bentuk K2O.
                Seperti hal nya P, K juga banyak diberikan pada tanaman yang dipanen bunga maupun buahnya.

                Kegunaan K:
                • Bahan dasar untuk memperkuat dinding sel, sehingga tanaman tahan terhadap serangan hama/penyakit
                • Berperan sebagai pengatur proses fisiologis tanaman seperti fotosintesis, membuka dan menutupnya stomata, mengaturan distribusi air dalam jaringan dan sel dan pembuatan protein
                • Pembentukan karbohidrat dan protein
                • Dengan K yang cukup, perakaran tanaman akan bertambah banyak dan panjang sehingga    akan meningkatkan keefektifan penyerapan unsur hara.
                • Meningkatkan kualitas buah/biji

                Kekurangan K:
                • Ditandai dengan munculnya kuning pada pinggir daun, diikuti dengan mengeringnya ujung dari pinggir daun. dimulai daun tua
                • Daun tipis
                • Bunga tipis dan 
                • Bunga dan buah layu dan cepat 
                • Buah sedikit dan tidak sempurna
                • Tumbuh tidak tegak dan mudah roboh



                Kelebihan K:
                -  Menyebabkan penyerapan Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) terganggu
                -  Pertumbuhan tanaman terhambat.


                B. Unsur Makro Sekunder

                KALSIUM (Ca)
                Kegunaan Ca:
                -  Memperkuat dinding sel
                -  Berperan dalam perbanyakan akar
                -  Membangun membran sel
                -  Membantu penyerbukan

                Kekurangan Ca:
                -  Akar tanaman tidak berkembang
                -  Pembungaan sering gagal
                -  Daun kecil, bunga sedikit dan mudah layu
                -  Buah yang dihasilkan bermutu rendah

                Kelebihan Ca:
                -  Kelebihan Ca akan menyebabkan kekurangan unsur Fe (besi)

                MAGNESIUM (Mg)
                Kegunaan Mg:
                -  Membentuk inti sel pada molekul klorofil
                -  Sebagai pembagi karbohidrat pada proses pembungaan.

                Kekurangan Mg:
                • Buah yang dihasilkan kecil dan bermutu rendah
                • Daun cepat rontok
                • Ditandai dengan timbulnya bercak - bercak kuning keputihan pada daun tua kemudian diikuti daun tua

                SULFUR (S)
                Hampir semua pupuk kimia yang beredar di pasar menyertakan kandungan S di dalamnya.

                Kegunaan S:
                -  Membantu pertumbuhan protein
                -  Membantu pembentukan vitamin
                -  Membantu pembentukan asam amino
                -  Membantu pertumbuhan tunas baru
                -  Membantu pembentukan bintil akar

                Kekurangan S:
                -  Daun mendadak mengalami perubahan warna
                -  Warna daun tidak seragam
                -  Tanaman kerdil dan kurus dan tumbuh terlambat




                III. UNSUR HARA MIKRO

                UNSUR
                KEGUNAAN
                KEKURANGAN
                Besi (Fe)
                -       Sebagai pembentuk klorofil
                -       Membantu proses fotosintesis
                -       Membantu respirasi
                -       Daun pucat, menguning yang dimulai dari ujung daun dan mudah rontok
                -       Daun menjadi sangat mudah patah dan transparan sebelum terlepas
                -       Tanaman mati perlahan dimulai dari puncak tanaman kemudian ke bawah
                Mangan (Mn)
                -       Membantu proses fotosintesis
                -       Membantu pembentukan enzim
                -       Daun menguning dan mudah rontok
                -       Buah yang dihasilkan tidak sempurna
                -       Tanaman  kerdil

                Tembaga (Cu)
                -       Komponen pembentuk enzim
                -       Membantu pembentukan klorofil

                -       Pertumbuhan tanaman terganggu secara menyeluruh akibatnya seluruh bagian tanaman tidak sempurna

                Seng (Zn)
                -       Membantu pembentukan klorofil
                -       Membantu pembentukan karbohidrat
                -       Membantu pembentukan hormon/zat pengatur tumbuh akar (auksin)
                -       Jumlah akar sedikit
                -       Tanaman tidak subur dengan ukuran daun kecil dan ruas pendek
                -       Daun pucat, kuning tetapi tulang daun tetap hijau dan mudah rontok
                -       Daun berlubang


                Boron (Bo)
                -       Mentransport karbohidrat keseluruh jaringan tanaman
                -       Membantu proses menyerbukan
                -       Merangsang tanaman untuk berbunga
                -       Membantu penyerapan kalium

                -       Daun mudah menguning dan mati
                -       Tanaman tumbuh secara lambat
                -       Daun tanaman berukuran kecil dan rapuh
                -       Batang dan cabang pendek

                Clor (Cl)
                -       Meningkatkan jumlah produksi tanaman
                -       Membantu proses pembentukan hormon tanaman
                -       Produksi tanaman rendah
                -       Proses pemasakan buah sangat lambat
                -       Tanaman mudah layu
                Molibdenum (Mo)
                -       Sebagai penambat/pengikat N dari udara
                -       Membantu proses pembentukan protein
                -       Membantu perkembangan bintil akar
                -       Daun mengkerut dan menguning
                -       Daun cepat berubah warna
                -       Daun muncul bintik kuning diantara tulang daun yang terjadi pada daun yang lebih tua dulu
                -       Diikuti dengan terbentuknya warna coklat pada pinggiran daun



                Sumber:
                Balai Penelitian Tanah Bogor. 2005.  Y. Sulaeman dan L.R Widowati. Gejala Difisiensi Hara Tanaman.

                Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Pupuk dan Pemupukan Pada Bawang Merah dan Cabe Merah.

                Hery Soeryoko. Kiat Pintar Memproduksi Kompos Dengan Pengurai Sendiri.