Tampilkan postingan dengan label MENGENAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MENGENAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2020

MENGENAL PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

Berbicara tentang pupuk organik saya termasuk orang yang sangat bersemangat mengenalkan pupuk organik ke petani. Mengingat begitu banyak petani di kabupaten tempat saya bertugas mempunyai keterbatasan dalam membeli pupuk kimia anorganik/sintetis. Selain itu praktek -praktek pertanian yang tidak ramah lingkungan telah menimbulkan dampak degradasi lahan. Maka jangan heran bagi pengunjung blog saya, akan sering menemukan materi tentang berbagai macam pupuk organik.  

Pupuk Organik Cair (POC) merupakan larutan dari pembusukan bahan - bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan limbah hewan yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. POC juga dapat dimanfaatkan sebagai aktivator dalam pembuatan kompos.

Untuk bahan - bahan yang dapat dibuat POC dapat dilihat pada postingan terdahulu. untuk memudahkan silahkan klik link berikut. http://oyiepenyuluhsintang.blogspot.com/2020/05/sumber-dan-macam-macam-pupuk-organik.html


Kelebihan pupuk organik cair dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah dimana berupa antara lain adalah:

-            Unsur hara lebih lengkap baik unsur makro maupun mikro

-            Unsur haranya lebih mudah diserap oleh tanaman

-            Mengandung mikroorganisme yang baik bagi kesuburan tanah dan tanaman

-            Meningkatkan produksi dan kualitas produk tanaman

-            Meningkat vigor tanaman dimana meningkatkan daya tahan tanaman terhadap patogen penyebab   penyakit

 

Dari sisi pembuatannya POC mempunyai keunggulan yaitu:

-            Proses pembuatannya lebih mudah dibanding dengan pembuatan kompos

-            Murah

-            Peralatan yang digunakan relatif lebih sederhana dan dapat menggunakan barang bekas

-            Tidak memerlukan keahlian khusus, siapapun bisa membuatnya.


Umumnya POC yang dibuat selain mengandung nutrisi tanaman, juga sudah mengandung ZPT dan mikro organisme. Hal ini dikarenakan bahan pembuatannya ada yang mengandung ZPT alami. Selain itu juga POC sebagian besar mengandung mikroorganisme yang baik untuk kesuburan tanah.

Nah sebelum sahabat petani membuat POC, terdapat hal – hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan POC agar POC yang kita buat dapat berhasil dengan baik, yaitu:

a.     Wadah sebaiknya menggunakan bahan plastis. Jangan menggunakan wadah yang mudah berkarat. Wadah yang dapat digunakan seperti ember plastik, tong plastik, jerigen, botol plastik, toples plastik dan lain – lain.

b.     Wadah POC harus tertutup rapat. POC yang dibuat dari berbagai limbah organik dilakukan dengan cara fermentasi. Fermentasi merupakan proses penguraian atau perombakan bahan organik yang dilakukan dalam kondisi tertentu oleh mikroorganisme fermentatif. Dalam proses fermentasi tersebut tidak membutuhkan oksigen (anaerob).  Prinsip dari fermentasi anaerob ini adalah bahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba dalam kisaran temperatur dan kondisi tertentu yaitu fermentasi anaerob. Caranya adalah dengan menutup rapat wadah POC dan tidak boleh terkena udara luar.

Jika menggunakan wadah yang mempunyai tutup kecil seperti jerigen atau botol plastik dimana menggunakan tutup langsung, maka harus setiap hari dibuka untuk mengeluarkan gas. Proses fermentasi POC akan mengeluarkan gas. Jika setiap hari tidak dibuka sekitar  5 menit untuk membuang gasnya maka botol akan membengkak penuh akan gas, sehingga jika dibuka tutupnya akan meledak dan memuntahkan isinya keluar.

Untuk menyiasatinya jika malas membuka tutup botol/jerigen setiap hari, maka tutupnya dapat diganti dengan balon (tusuk balon 1 kali saja menggunakan jarum kecil) ataupun diberi selang kecil.

 Wadah bermulut lebar juga dapat menggunakan selang, agar tidak buka tutup tiap hari. Tetapi bisa juga hanya menggunakan plastik dan diikat tali ban dengan catatan harus dibuka setiap hari selama 5 menit untuk membuang gas seperti pada gambar berikut.

 


 

c.     Pembuatan POC memerlukan glukosa sebagai makanan/energi bagi mikroorganisme pengurainya. Glukosa yang dapat digunakan contohnya Molase yang merupakan cairan dari sari tetes tebu. Jika tidak ada molase maka dapat diganti dengan cara melarutkan gula merah atau putih kedalam air bersih dengan perbandingan 1:1. Sebagai contoh untuk mendapatkan 500 ml molase diperlukan gula merah atau gula putih sebanyak 500 gr dan air bersih sebanyak 500 ml

d.     Jangan menggunakan air PAM karena mengandung klorin. Air yang digunakan untuk membuat POC lebih baik menggunakan air hujan, air sumur, air limbah AC atau dari sumber lainnya. Jika terpaksa menggunakan air PAM maka lebih baik diendapkan beberapa hari sebelumnya

e.     Harus ada rongga udara dalam wadah pembuatan POC. Dalam mengisi bahan-bahan organik dan air untuk POC, harus tidak boleh penuh hingga kebibir wadah. Sisakan ruang paling atas sekitar 5 cm

f.    Wadah POC ditempatkan ditempat yang teduh. lebih baik wadah POC tidak dijemur/kena sinar matahari karena dapat menghambat fermentasi

g.     Pemberian bahan organik yang berbau wangi. POC biasanya ada aroma seperti tape. Namun POC yang dibuat dari limbah organik seperti urine dan limbah hewan biasanya bau khas pupuk ini cukup menyengat. Namun bau tersebut dapat dikurangi, bahkan dihilangkan dengan cara memberikan pewangi. Produk yang dihasilkan merupakan produk organik, bahan pewangi nya pun harus bahan alami. Bahan pewangi alami yang dapat digunakan yaitu sereh wangi, kulit dan daun jeruk, atau pandan (Purwendro, 2008). Bahan pewangi alami lainnya masih banyak lagi yang bisa digunaka

h.   Untuk mempercepat proses pelapukan bahan organik yang digunakan maka dapat ditambahkan EM-4 yang dapat dibeli ditoko pertanian ataupun MOL yang bisa dibuat sendiri 


POC dapat dapat diaplikasikan keberbaagai jenis tanaman. Interval waktunya bisa 7 - 10 hari sekali. Pemberiannya dapat dilakukan dengan cara disemprotkan ke tanaman, maupun dengan cara disiram atau dikocorkan. Pemberiannya lebih baik dilakukan pada pagi hari atau sore hari. 

Ayo sahabat petani mulailah beralih membuat POC dengan bahan-bahan yang mudah kita dapat disekitar kita....



Kamis, 09 Januari 2020

MENGENAL UNSUR HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN PADI

Tanaman memerlukan makanan untuk pertumbuhan dalam bentuk unsur hara.   Unsur hara adalah segala zat yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang biak. Unsur hara diserap oleh tanaman dari air, tanah dan udara. 
Agar memudahkan untuk dimengerti apa itu unsur hara maka sebagai gambaran seperti makanan yang dibutuhkan manusia, adalah sebagai berikut: 



NITROGEN (N)
Kegunaan N antara lain adalah:
Untuk pembentukan dan pertumbuhan daun, batang dan akar.

Gejala Kekurangan N:     
  • Daun menguning dan gejala pertama terlihat pada tua; 
  • Daun sempit 
  • Kadang disertai dengan dengan perubahan warna daun menjadi kemerahan;
  • Pertumbuhan tanaman terhambat.

Kelebihan N:
  • Tanaman mudah rebah karena batang lemah, daun terlalu subur, tanaman terlalu tinggi tetapi perkembangan akar kurang baik;
  • Tanaman mudah sakit dan terserang hama karena kondisi tanaman sangat lemah, sedangkan tumbuhnya  sangat subur dan berdaun lunak;
  • Pemberian yang berlebihan akan menyebabkan kekurangan unsur Kalium (K); 
  • Buah terlambat matang karena N masih merangsang pertumbuhan cabang, ranting dan  daun;
  •  Kualitas panen kurang baik dan buah yang dihasilkan sedikit.
FOSFOR (P)
Kegunaan P antara lain:
  •  Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar;
  •  Mempercepat pembentukan bunga dan buah;
  • Mempercepat pematangan buah dan biji.

Kekurangan P:
  • Tanaman kerdil, ruas batang pendek, warna dau hijau tua tetapi ada juga ujung dan tepi daun berwarna ungu kehitaman, serta tepi daun melengkung ke bawah yang dimulai dari    daun tua;
  • Sulit berbunga dan berbuah;
  • Buah yang dihasilkan berukuran kecil dan bermutu rendah.

Kelebihan P:
  •  Pemberian unsur P yang berlebihan akan menyebabkan kekurangan unsur Kalium (K);
  • Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi(fe), tembaga (Cu) dan seng (Zn) terganggu.


KALIUM (K)
Kegunaan K antara lain:
  • Bahan dasar untuk memperkuat dinding sel, sehingga tanaman tahan terhadap serangan hama/penyakit;
  • Dengan K yang cukup, perakaran tanaman akan bertambah banyak dan panjang sehingga    akan meningkatkan keefektifan penyerapan unsur hara;
  •  Meningkatkan kualitas buah/biji

 Kekurangan K:
  •  Ditandai dengan munculnya kuning pada pinggir daun, diikuti dengan mengeringnya ujung dari pinggir daun. dimulai daun tua; 
  • Daun tipis
  • Bunga tipis
  • Tumbuh tidak tegak dan mudah roboh.
  • Buah sedikit dan tidak sempurna;
  • Bunga dan buah layu dan cepat gugur;

Kelebihan K:
  • Menyebabkan penyerapan Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) terganggu;
  •  Pertumbuhan tanaman terhambat.


Sumber:
  • Balai Penelitian Tanah Bogor. 2005.  Y. Sulaeman dan L.R Widowati. Gejala Difisiensi Hara Tanaman.
  • Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Pupuk dan Pemupukan Pada Bawang Merah dan Cabe Merah.
  • http://lotushidro.blogspot.co.id/2015/03/fungsi-unsur-hara-makro-dan-mikro.html

Minggu, 27 Agustus 2017

MENGENAL PENYAKIT TANAMAN DURIAN DAN CARA MENGENDALIKANNYA

Siapa yang tidak suka durian??? Masyarakat Indonesia umumnya menyukai buah yang memiliki aroma tajam tersebut. Karena begitu terkenalnya durian dan memiliki banyak penggemar hingga dijuluki KING OF THE FRUIT. 


Hasil gambar untuk buah durian


Hingga kini durian tidak saja menjadi tanaman hutan (seperti biasanya yang terjadi di daerah saya), tetapi juga sudah banyak di budidayakan. Harga buah durian yang begitu menggiurkan membuat banyak orang yang membudidayakannya. 

Seperti tanaman budidaya yang lain, hama dan penyakit selalu menjadi masalah yang merugikan.  Untuk itu kali ini saya akan memposting  penyakit tanaman durian dengan harapan dapat membantu pekebun durian. Untuk hama tanaman durian akan saya posting berikutnya.

PENYAKIT DURIAN

1.  BUSUK BUAH Phytophthora
Penyakit ini disebabkan cendawan Phytophthora palmivora menyerang saat musim hujan tiba. Menyerang buah muda hingga buah yang sudah matang. Buah yang sudah terserang tidak mungkin dijual, sehingga sangat merugikan.

Gejala serangan:
  • Serangan dimulai dengan munculnya bercak - bercak basah basah pada kulit buah.
  • Mula-mula berwarna coklat, kemudian perlahan - lahan menjadi hitam. 
  • Proses pembusukan kulit lama kelamaan akan masuk ke daging buah dan biji
  • Pada kondisi lembab akan terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih di bercak tersebut.







Cara Pengendalian:
  • Penyemprotan fungisida seperti Previcur N, Ridomil dan dithane.
  • Tanaman terserang disemprot 3 - 4 hari sekali kalau cuaca mendung dan hujan.
  • 5 pohon  disekitar pohon yang terserang juga harus disemprot fungisida.
  • Untuk tindakan preventif maka interval waktu penyemprotan 1 - 2 minggu sekali.


2.  KANKER BATANG
Sebagaimana dengan penyakit busuk buah, penyakit kanker batang juga disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora. Daerah berisiko tinggi adalah dataran rendah yang lahannya kekurangan air saat musim kemarau. Cendawan tidak aktif dimusim kemarau, tetapi akan menyerang ketika kelembaban tinggi karena hujan. 

Gejala serangan:
  • Adanya luka basah pada kulit batang dekat tanah. luka mengeluarkan lendir berwarna merah.
  • Pada serangan akut, kulit batang membusuk sehingga bagian kayunya membuka.
  • Kayu yang terinfeksi berwarna coklat kemerahan dengan bintik merah dan ungu.
  • Kalau batang diketok, akan terdengan gaung yang nyaring karena adanya lubang di bagian dalam.
  • Pada serangan berat setelah seluruh lingkaran batang busuk, pucuk tanaman mengering, daun layu berguguran dan akhirnya mati.
GEJALA AWAL PENYAKIT KANKER BATANG



Cara Pengendalian:
Penyakit ini mudah diatasi asalkan ditangani sjak dini.
Yang paling efektif adalah dengan pengendalian terpadu (PHT) yaitu dengan :

a.  Teknik Budidaya. Tujuan nya agar kebun tidak lembab disekitar pohon dan sirkulasi           udara lancar
  • Penanaman dengan jarak tanam yang lebih jarang 
  • Menyiangi gulma yang tumbuh di bawah pohon
  • Memangkas cabang yang terlalu dekat tanah
b. Kultur Teknis.
Dengan menanam durian spesifik lokal yang menjadi batang bawah (understump), sebagai entrys baru menggunakan durian unggul. 

c. Mengoles Bordo Di Batang Tanaman Durian. Tindakan ini untuk pencegahan.
Cara membuat bubur bordo:
  • Terusi 150 gram, kapur tohor/gamping 150 gram serta air 10 liter.
  • Terusi dan kapur ditumpuk kemudian dilarutkan 
  • Sebelum diaplikasikan ke tanaman bubur bordo harus diencerkan dalam 10 liter air
d. Kimia. 
  • Kulit batang yang membusuk dikerok sampai terlihat bagian kayu yang masih sehat
  • Sisa kulit dan batang yang dikerok harus segera dibakar agar tidak menjadi sumber patogen
  • Setelah dikerok diolesi dengn fungisida seperti Previcur N dengan dosis 2 ml/l. atau dapat juga menggunakan Ridomil 3 - 5 ml/l.
  • Luka nya lebih baik ditutup dengan parafin carbolineum.




3.  KARAT/BERCAK DAUN
penyakit ini disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Menyerang di pembibitan maupun di kebun. Serangan pada bibit dapat menyebabkan kematian sampai 50%. Sedangkan pada tanaman dewasa menyebabkan gugur daun, mematikan cabang dan ranting.

Penyakit ini menularnya sangat cepat pada saat musim hujan. Penyebarannya melalui kontak daun yang terinfeksi dengan daun yang sehat, lewat serangga, dan melalui percikan air hujan. Cendawannya dapat bertahan hidup di tanah.

Gejala serangan:
  • Ditandai dengan timbulnya bercak kecil basah di daun.
  • Bercak semakin lama semakin lebar dan akan mengering berwarna coklat.
  • Kalau diamati daun yang terinfeksi dipenuhi benang - benang cendawan berwarna kuning.
  • Daun yang sakit akan gugur.
  • Pada serangan berat tajuk akan gundul sehingga fotosintesa terganggu.dan produksi buah rendah.



Cara Pengendalian:

  • Pada pembibitan dilakukan penyiraman teratur, asal tidak berlebihan. Jarak tanam diperlebar; dan daun yang terinfeksi dipangkas.
  • Disemprot dengan fungisida berbahan aktif carbendazim, triadimefo, flototanil, benomyl, pencycuron, thiophanate methyl. Contoh fungisidanya Rovral WP atau Folicur WP sebanyak 2 gram/l air. Interval penyemprotan sama seperti apda penanggulangan penyakit kanker batang.


4.  JAMUR UPAS/PINK DISEASE
Penyakit ini disebabkan oleh Corticium salmunicolor. Mewabah ddi daerah curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Pada cuaca lembab basidiospora dan konidia cendawan terbentuk dan tersebar melalui air hujan dan angin. itu sebabnya penyakit jamur upas sering disebut penyakit cendawan angin.

Gejala serangan:
Yang diserang adalah bagian cabang dan ranting. Pohon bertajuk rimbun mudah terinfeksi jamur upas.

  • Keluarnya cairan berwarna kuning jingga dari cabang yang terserang.
  • Permukaan kulit cabang diselimuti hifa berwarna putih.
  • Pada kondisi lembab hifa akan berubah menjadi warna pink.
  • Infeksi akan mematikan kulit kayu.
  • Jika serangan terlalu berat maka daun akan layu dan kering.


    Cara Pengendalian:
    • Cara pengendalian sama dengan penyakit kanker batang.
    • Pengolesan bubur bordo dengan interval lebih sering.


    5.  AKAR PUTIH
    Penyakit ini disebabkan oleh Rigidoporus lignosusDurian yang ditanam di bekas kebun karet, singkong, kopi, belimbing, rambutan, mangga, pepaya, kentang, albasia, cabai dan lada beresiko terserang penyakit ini.

    Gejala serangan:

    gejala serangan dapat dilihat dari tampilan pohon.


    • Daun berubah warna menjadi kuning akhirnya menjadi coklat mengerut dan akhirnya gugur.
    • Akar yang terserang akan diselimuti rhizomorphs berwarna putih. Untuk itu akar perlu dibongkar dan.
    • Serangan pada akar akan menimbulkan kematian jika tidak dikendalikan.


      Cara Pengendalian:
      • Tindakan preventif harus dilakukan sejak pembukaan lahan, yaitu dengan membersihkan seluruh tunggul tanaman inang yang sudah disebutkan di atas dengan cara dibongkar dan dibakar. selanjutnya lubang bekas tunggul inang tersebut disemprot fungisida berbahan aktif tridemorph, triademefon, propiconazole atau triozole sesuai dosis anjuran.
      • Lubang tanam di siram dengan fungisida tersebut diatas. contohnya bisa menggunakan Bayleton 2 ml/l air.
      • Penyiraman juga bisa dilakukan saat tanam atau pada pohon yang terserang. Interval penyiramannya 3 - 4 hari sekali. Sebagai tindakan preventif disiram 2 minggu sekali.
      • Tanah disekitar pohon ditaburi belerang.

        Sumber: 
        Trubus. Panduan Praktis. Sepuluh Hama dan Penyakit Intai Durian Anda.
        Onny Untung. Seri Agribisnis. Durian. Untuk Kebun Komersil dam Hobi.

              Senin, 08 Mei 2017

              MENGENAL GAMBUT UNTUK LAHAN PERTANIAN

              Lahan gambut di Indonesia di perkirakan luasnya mencapai 27 juta hektar dan diantaranya ada yang dimanfaatkan untuk pertanian. Lahan gambut mempunyai karakter yang spesifik dibandingkan tanah mineral, sehingga perlu penanganan khusus jika dimanfaatkan untuk usahatani. 

              Agar dalam berusaha tani di lahan gambut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan hasil optimal, ada baiknya kita mengenal karakter lahan gambut agar tidak salah dalam mengelolanya.

              Lahan gambut terbentu karena terjadinya akumulasi bahan organik dari sisa tumbuhan yang telah terdekomposisi melalui proses mineralisasi dan humifikasi. Komposisi gambut di Indonesia umumnya sebagian besar terdiri dari zat lignine, suberine, aspus dan malam (Waxes).

              Penggolongan Tanah Gambut

              DASAR PENGGOLONGAN/PENAMAAN

              NAMA GAMBUT
              Asal bahan pembentukan
              Sfagnum, kayu
              Tingkat kesuburan
              EUTROFIK (sangat subur)
              MESOTROFIK (agak subur)
              OLIGOTROFIK (tidak subur)
              Tingkat Pelapukan/Kematangan
              SAFRIK (sudah lanjut melapuk)
              HEMIK (antara safrik dan fibrik)
              FIBRIK (belum melapuk, bahan asal masih dapat dikenal)
              Posisi
              TOPOGEN (lapisan yang bersentuhkan dengan bahan
              Mineral di bawahnya
              OMBROGEN (lapisan di atas topogen)
              Kubah, lereng, backswamp
              Ketebalan Lapisan
              Tebal atau dalam, tipis atau dangkal
              Tempat
              Pantai (terbentuk karena pengaruh pasang surut)
              Pedalaman (terbentuk di luar pengaruh pasang surut)
              Tripik (subtropik, kutup)


              Sifat Gambut

              1. Fisik - Hidrologis
              Sifat fisik - hidrologis gambut sangat ditentukan oleh kematangan gambut.


              Indikator Penetapan Kematangan Gambut Di Lapangan
              KEMATANGAN
              WARNA GAMBUT
              CAIRAN PERASAN
              SISA PERASAN
              FIBRIK
              Putih kuning Sampai coklat
              Jernih – keruh sampai kental
              Berserat sampai agak Berserat berlendir

              HEMIK
              Coklat sampai Coklat tua
              Koloidal 1/3 sampai ½ bahan terperas keluar
              Agak berserat sampai seperti bubur

              SAPRIK
              Coklat tua sampai hitam
              Suspensi seperti lemak 2/3 sampai seluruhnya bahan terperas keluar

              Sedikit sekali serat sampai tidak ada serat,   berkilap lemak


              2. Kesuburan Gambut
              Kesuburan gambut ditentukan oleh beberapa hal yaitu:

              • Ketebalan dan tingkat kematangan gambut; Semakin tebal gambut  semakin miskin lapisan atasnya, karena akar tumbuhan sebagai bahan dasar gambut semakin sedikit mencapai lapisan tanah mineral di bawahnya. Semakin matang gambut akan semakin subur, karena semakin sempurna dekomposisi bahan organik dan unsur hara lebih banyak tersedia bagi tanaman.
              • Keadaan tanah mineral di bawah lapisan gambut; Gambut yang terbentuk diatas endapan pasir kuarsa lebih miskin dibanding yang terbentuk diatas endapan liat.
              • Kualitas air yang mempengaruhi proses pembentukan ataupun pematangan gambut. 


              3. Penyusutan Gambut (Subsidence)
              Penyusutan gambut dapat disebabkan:

              • Pembakaran; Saat pembukaan lahan, biasanya untuk menghilangkan sisa-sisa penebangan dilakukan pembakaran, diperkirakan menyebabkan penyusutan gambut rata-rat 6 cm. Abu pembakaran gambut memberikan pengaruh baik terhadap tanaman sehingga banyak petani cenderung melakukan pembakaran. Penyusutan akibat pembakaran menyebabkan makin lama gambut makin habis dan sulit dipulihkan. Disamping itu sifat fisik tanah mineral di bawah gambut yang terkena pembakaran menjadi buruk bagi pertumbuhan tanaman.Oleh karena itu pembakaran gambut harus dihindari.
              • Compaction; disebabkan oleh berkurangnya berat gambut akibat drainase, sehingga daya simpan air dan pori tanah. Compaction tidak menghilangkan gambut, tetapi mengurangi volume gambut sebagai tempat akar tanaman tertanam.Pengeringan gambut sifatnya tidak dapat kembali (irrevesible) dimana sekali gambut dikeringkan, maka gambut akan kehilangan sebagian kemampuan menyimpan air.
              • Mineralisasi; Proses dekomposisi bahan organik oleh jasad renik berlangsung terus, sehingga jumlah gambut semakin berkurang. Proses mineralisasi diperlukan pada gambut yang diolah untuk usaha tani, karena menghasilkan unsur hara Nitrogen, Phosfat dan Sulfur yang diperlukan tanaman



              Sumber:
              Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan , Direktorat Bina Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan. Pemanfaatan Lahan Gambut. 
              Seri Petunjuk Umum Usaha Tani