Jumat, 19 Maret 2021

BERTANAM SAWI DALAM POT

Jumpa lagi para pembaca....kali ini saya memposting tentang salah satu komoditi sayuran yang tentunya sudah dikenal luas yaitu sawi. Manfaatkan waktu senggang anda dengan menanam sayuran sawi di pekarangan.

Sawi merupakan jenis sayuran yang banyak digemari untuk dikonsumsi mentah sebagai lalapan maupun untuk berbagai jenis masakan. Menanam sawi sendiri tentunya bisa dilakukan di pekarangan anda. Sawi sebagai salah satu jenis sayuran daun, dapat dengan mudah kita tanam dirumah, baik ditanam di lahan langsung maupun dalam pot.  Ada banyak jenis sawi yang bisa kita tanam seperti sawi keriting, sawi pahit, pakcoy, sawi manis, sawi putih dan lain - lain.
















Langkah - langkah menanam sawi dalam pot:


PERSEMAIAN

Wadah Semaian Sawi Dari Rak Telur
Jika di tanam di wadah berupa polybag dan lainnya, sebaiknya benih sawi disemai terlebih dahulu. Caranya: siapkan wadah semai yang dapat berupa tray semai yang bisa dibeli ditoko pertanian atau menggunakan rak telur berbahan plastik yang di beri lubang untuk membuat kelebihan air. Dapat juga menggunakan kotak plastik mika yang di beri lubang – lubang. Atau menggunakan rak telur berbahan kardus/kertas yang kita buat lapis 3 agar tidak mudah hancur jika terkena air.




Selanjutnya siapkan media semai yang dapat berupa tanah lapisan atas yang gembur dicampur dengan pupuk kandang. Media yang sudah dicampur tersebut kemudian dimasukkan ke wadah semai dan diratakan. Kemudian benih sawi di semai dengan cara bisa meletakkan benih satu persatu pada setiap contong. 

Jika menggunakan   kotak plastik mika maka benih dapat juga ditabur jarang. Setelah benih diletak kemudian tutup tipis dengan tanah. Siram media semai. Letakkan wadah semai ditempat teduh dan tidak terkena hujan langsung. Biasanya benih akan berkecambah sekitar 3 hari kemudian. Jika sudah tumbuh kenakan sinar matahari beberapa saat agar bibit tidak meninggi dan lemah (etiolasi). Akan lebih baik dibuat sungkup dari plastik bening.


PENANAMAN

Siapkan wadah tanam  berupa pot atau polybag atau  wadah tanam lainnya yang memanfaatkan limbah. Jika ibu-ibu rajin membeli minyak goreng yang kemasannya berupa plastik, nah plastik kemasan itu jangan dibuang. Caranya buat lubang pada plastik tersebut seperti pada polybag pada kemasan plastik tersebut. Kemasan plastik kita gunting bagian atasnya, dan sisakan ketinggian 20 – 25 cm saja. Botol dan jerigen plastik bekas yang tidak terpakai juga dapat digunakan sebagai wadah. Beri lubang – lubang pada plastik untuk membuang kelebihan air. Selain itu juga dapat menggunakan kotak styrofoam bekas buah yang biasanya dijual dipedagang buah.

Setelah wadahnya siap, selanjutnya kita siapkan media tanam. Media tanam yang baik dapat menggunakan campuran tanah lapisan atas (topsoil), pupuk kandang atau kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Sebaiknya media tanam ini disiapkan sebelum melakukan persemaian. Hal ini agar semua campuran media tanam tersebut bisa kita masukan ke dalam pot dan kemudian dibiarkan selama ± 2 minggu. Hal ini dimaksudkan karena cara kerja pupuk kandang atau kompos yang diberikan ke tanam bersifat slow reales yang artinya prosesnya lambat dalam menyuburkan tanah dan melepaskan unsur hara ke dalam tanah. Sehingga jika setelah 2 minggu baru ditanami maka media tanahnya sudah subur dan kaya unsur haranya.

Bibit sawi yang sudah memiliki 4 helai daun dan berumur sekitar 2 - 3 minggu dapat dipindah tanam ke pot. Penanaman sebaiknya dilakukan  pada sore hari yang teduh agar tidak langsung terkena sinar matahari dan layu. Cara penanamannya bibit dicabut dengan mengikutsertakan tanahnya dengan hati – hati agar akarnya tidak terputus. Jika menggunakan wadah bekas rak telur berbahan kardus, maka tidak perlu dicabut dimana diikutkan karena bisa hancur sendiri. Setelah itu ditanam dengan terlebih dahulu membuat lubang tanam, masukkan bibit dan dipadatkan kemudian disiram air.

Jika wadah yang kita gunakan agak besar, maka dalam satu pot dapat ditanam lebih dari satu bibit dengan diatur jarak tanamnya agar tidak saling berdekatan.


PEMELIHARAAN

Agar tanaman dapat tumbuh subur seperti yang diharapkan perlu dilakukan pemeliharaan yang terdiri dari penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.

Tanaman sawi memerlukan air yang cukup untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu perlu dilakukan penyiraman pagi dan sore hari. Jika hujan tidak perlu disiram.

Sawi dapat ditanam ditempat yang teduh maupun yang terbuka, tetapi di tempat terbuka yang terpapar sinar matahari dan cukup maka tanaman akan lebih cepat besar dibanding yang diletakkan ditempat yang teduh.

Tanaman perlu diberi pupuk yang kaya kandungan Nitrogen (N) agar daunnya subur dan hijau. Hal ini karena hasil panen yang diambil dari sawi adalah daunnya. Fungsi unsur Nitrogen adalah untuk pembentukan fase vegetatif yang salah satunya adalah pembentukan daun. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kimia anorganik seperti Urea atau NPK atau pupuk daun. Jika ingin mendapatkan hasil panen  yang lebih sehat bisa menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Untuk pupuk organik padat seperti pupuk kandang atau kompos sudah kita berikan ke media tanam sebelum tanaman dipindahkan ke pot seperti yang sudah dijelas sebelumnya. POC dapat kita buat sendiri dirumah, cara membuatnya sudah pernah saya posting dalam blog saya ini. Dapat juga menggunakan pupuk kimia dicampur POC.

Cara memupuknya yaitu dengan disiram/kocor atau jika hanya pupuk kimia selain dikocor/siram juga dapat ditabur kemudian ditutup dengan tanah secara tipis saja. Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara disemprot ke daun pada pagi atau sore hari. Pemupukan dapat dilakukan setiap seminggu sekali.

Sawi biasanya juga terserang hama seperti siput yang menyerang tanaman sawi masih muda. Kemudian hama yang menyerang juga bisa berupa ulat dan kutu. Hindari penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama yang menyerang, agar hasil panennya lebih sehat terbebas dari residu bahan kimia berbahaya. Gunakan pestisida nabati yang dapat dibuat dari bahan seperti larutan tembakau, bawang putih, kulit bawang dan lain –lain. Penyemprotan pestisida nabati ini dapat dilakukan secara rutin untuk mencegah serangan hama.

Untuk mengendalikan hama siput yang menyerang tanaman muda dapat dilakukan dengan menabur bubuk kopi bekas di atas permukaan tanah.


PANEN

Sawi dapat dipanen pada umur 1 – 1,5 bulan dengan cara dicabut. Tetapi jika untuk konsumsi sendiri untuk menghemat dapat dilakukan dengan cara mengambil daun – daun tua hingga sedang. Tinggalkan bagian yang muda agar bisa menjadi besar lagi.

Demikian teknik bertanam sawi dalam pot yang mudah untuk pembaca lakukan dirumah... ayo silahkan dicoba

Jumat, 05 Maret 2021

PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN

Sering sekali saya memposting tentang pupuk organik pada blog saya. Hal ini karena saya ingin mengajak sahabat tani untuk lebih mempertimbangkan penggunaan pupuk organik (selain menggunakan pupuk anorganik) dalam budidaya yang dilakukan guna mewujudkan pertanian berkelanjutan dengan menerapkan prinsip - prinsip Good Agriculture Practice (GAP).

Pembuatan POC di Kelompok Tani
Kali ini saya memposting tentang POC yang baik untuk memupuk tanaman sayuran daun seperti bayam, sawi, kangkung, kubis/kol, selada dan lain-lain. Selain itu cocok untuk pertumbuhan fase vegetatif (pembentukan batang/cabang dan daun, serta pada tanaman padi untuk merangsang pertumbuhan anakan).

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini setelah fermentasi POC dilakukan selama 15 hari dilanjutkan dengan penambahan bahan organik aromatik seperti daun pandan atau kulit jeruk atau daun jeruk purut atau serai atau kenikir dll. kemudian setelah itu dilanjutkan lagi fermentasi selama 15 hari lagi. jadi memerlukan waktu 1 bulan. tujuannya adalah untuk mengurangi aroma urin dan kotoran ternak yang menjadi salah satu bahan POC ini. Tetapi jika sahabat petani tidak ingin ada penambahan bahan organik aromatik juga tidak apa-apa, dimana cukup difermentasi 15 hari saja sudah siap digunakan.

Sebelum membuatnya jangan lupa membaca postingan saya tentang hal - hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan POC sebelum ini. Untuk memudahkan silahkan klik link ini http://oyiepenyuluhsintang.blogspot.com/2020/06/mengenal-pupuk-organik-cair-
poc.html


Langkah - langkah pembuatan POC:

Bahan:

  • Urin ternak (kelinci, kambing atau sapi) 10 liter
  • Kotoran kambing/sapi 1 karung beras ukuran 5 kg
  • Air cucian beras 15 liter
  • Air kelapa 2 liter
  • Air hujan/air sumur/air kolam ikan 20 liter
  • Daun Petai cina/lamtoro/gamal/rumput bandotan 5 kg
  • BawangMerah 3 ons
  • Cocor bebek/labu siam/lidah buaya : 2 ons  (boleh tidak pakai)
  • Gula pasir 1 kg
  • Gula merah 1 kg
  • EM-4 atau MOL Nasi 100 ml
  • Daun pandan/daun jeruk/daun serai (agar mengurangi aroma urin dan kotoran) ½ kg
Catatan: jika hanya membuat sedikit bahan bisa dikurangi takarannya.


Cara Membuat

  • Cincang halus daun petai cina/lamtoro/gamal/rumput bandotan dan coco bebek/labu siam/lidah buaya
  • Larutkan gula pasir dan gula merah dalam air dan EM-4 atau MOL nasi
  • Masukan semua bahan (kecuali daun pandan/daun jeruk/daun serai) kedalam wadah tong plastik atau ember besar
  • Tutup rapat dengan plastik (pastikan plastik penutup tidak bocor), ikat dengan tali ban. Setiap hari selama 1 minggu buka selama 5 menit untuk mengeluarkan gas
  • Biarkan selama 15 hari
  • Setelah 15 hari beri cincangan daun pandan/kulit jeruk/daun jeruk/serai ke dalam wadah. Tujuannya untuk mengurangi bau
  • Biarkan kembali selama 2 minggu. Setelah itu POC siap digunakan


Cara Aplikasi:

  • Campurkan 280 cc  POC per 14 Liter air ( 20 cc per liter air). Semprotkan ke tanaman pada pagi atau sore hari setiap 1 minggu atau 10 hari sekali
  • Bisa juga dikocorkan langsung ke tanah dengan dosis 300 cc per  20 liter air biasa. Setelah tercampur siram/kocorkan ke tanah sebanyak 1 gelas air mineral.
  • 1 minggu sebelum tanam lahan dapat disemprot dengan POC.
  • Cocok untuk semua jenis tanaman. 


Dengan penggunaan POC ini, dosis pupuk kimia (anorganik) dapat dikurangi sehingga dapat menekan kerusakan tanah akibat terus menerus menggunakan pupuk kimia anorganik.

Jumat, 19 Februari 2021

BERTANAM SELEDRI DALAM POT

Mempunyai lahan terbatas, bukan berarti tidak bisa bercocok tanam. Bertanam dengan menggunakan polybag atau pot dari kaleng bekas, botol, batok kelapa, plastik bekas sabun, makanan dll. Selain membuat pekarangan jadi asri, Anda bisa banyak berhemat.  Rumah pun bisa menjadi hijau dan sejuk dengan sedikit kreativitas. Hal ini sangat cocok diterapkan pada saat ini dimana pandemi Covid 19 mengharuskan sebagian besar dari kita untuk tetap dirumah saja. Bercocok tanam di pekarangan memberikan manfaat positif yang salah satunya dapat meningkatkan imunitas tubuh kita, karena saat melakukan aktifitas fisik dalam bertanam kita terpapar sinar matahari yang sudah terbukti dapat meningkatkan imunitas.



Seledri menggunakan pot bekas sabun cuci

Sejalan dengan hal tersebut juga sesuai dengan program Pemanfaatan Pangan Lestari (P2L) yang galakkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Salah satu komoditas yang dapat ditanam di pekarangan adalah komoditi seledri (Apium  graveolens  L.  Dulce) yang bukan hanya dikonsumsi sebagai bahan makanan, tetapi juga dapat menjadi tanaman herbal untuk penyakit hipertensi.

Jika tertarik...yuk ikuti langkah - langkah menanam seledri dalam pot berikut ini.




PERSEMAIAN

Seledri dapat ditanam dengan menggunakan bibit yang berasal dari anakan tanaman seledri yang sudah ada. pisahkan anakan yang  sudah cukup  banyak  perakarannya. Kemudian dapat segera ditanam. Cara ini tidak membutuhkan waktu yang lama.

Selain cara tersebut juga dapat dilakukan dengan melakukan persemaian dari benih yang masih dalam bentuk biji. Untuk mendapatkan benih seledri banyak dijual di toko pertanian. Dengan cara ini membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 40 hari baru dapat dipindahtanamkan ke dalam pot.   

Cara melakukan persemaian siapkan media  tanam  menggunakan   tanah topsoil  (tanah  permukaan  yang  subur umumnya  berwarna  gelap  karena banyak  mengandung  humus)  +  pupuk kandang  + serbuk gergaji atau sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Aduk  ketiga bahan tersebut,  kemudian  masukkan  wadah persemaian.

Sebelum  disemaikan,  sebaiknya  dilakukan perlakuan benih dengan cara biji seledri direndam dalam air hangat dengan suhu sekitar 50°C  selama 15  menit  untuk merangsang perkecambahan. Kemudian dikering-anginkan agar lebih mudah untuk ditabur, karena jika masih basah dengan ukuran benih yang kecil akan sulit ditabur merata dan akan saling lengket sehingga akan bertumpuk saat disebar. 

Setelah kering benih  ditaburkan  secara  merata,  lebih baik  benih dicampur  dengan  pasir halus agar penyebaran merata. Tutup  benih  dengan  tanah  tipis  dan siram  permukaan  bedengan  sampai lembab. Selanjutnya untuk mempercepat tumbuhnya benih tutup dengan kain lembab atau daun alang-alang. Masukan dalam plastik gelap. Proses perkecambahan dengan keadaan gelap dan lembab akan bisa dipercepat. Jaga kelembaban jika terlalu kering semprot dengan air kembali.

Jika sudah berkecambah keluarkan dari kantong plastik dan singkirkan kain/alang - alang penutup wadah. Setelah itu taruh ditempat naungan. Lakukan perawatan dengan cara menyiram wadah bibit secukupnya. 


PENANAMAN SELEDRI

Setelah ± 40 hari atau telah mempunyai 3 - 4  daun,  bibit  seledri  yang  sehat  di cabut dengan akarnya serta tanah nya diikut sertakan agar tanaman tidak stres. Sebelum dipindahkan ke pot, ada baiknya bibit tersebut dipindahkan dalam gelas plastik bekas air mineral hingga cukup besar dan kuat untuk dipindahkan ke pot yang lebih besar. 

Jika menanam bibit dari anakan maka pisahkan anakan yang akarnya banyak. Lalu tanam dengan membuat lubang tanam dalam pot dan kemudian padatkan tanahnya.

Media  tanaman  yang  cocok  adalah campuran  tanah  subur/tanah lapisan atas (topsoil) ,  pupuk kandang  dan  serbuk  gergaji/sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ada baiknya media tanam dipersiapkan dalam pot 2 minggu sebelum tanam.


PEMELIHARAAN TANAMAN

Tanaman perlu dilakukan penyiraman setiap hari jika tidak ada hujan. Bagian tanah dalam pot jika nampak padat perlu digemburkan. 

Untuk  mempercepat  daun  seledri agar tumbuh  besar,  buang  setiap  keluar  anakan pada  tanaman  seledri,  sehingga pertumbuhan  daunnya  dapat maksimal. Membiarkan  tumbuh  anakan  akan mengurangi  pertumbuhan  besar  daun, tetapi jika  kita ingin memperbanyak  tanaman  seledri  tersebut lewat anakan biarkan anakan tetap tumbuh.

Pemupukan  yang diberikan harus mengandung banyak unsur Nitrogen (N) karena berfungsi untuk membentuk daun dan batang menjadi subur dan besar. Bisa menggunakan pupuk daun seperti Gandasil D atau dikocor atau dibenamkan ke tanah menggunakan Urea atau NPK. Jika ingin menghasilkan produk yang sehat secara organik dapat menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) atau MOL seminggu sekali yang bisa kita buat sendiri dari limbah dapur.

Setiap habis dipanen maka tanaman harus dipupuk dan dibumbun agar tetap subur kembali.


PANEN

Panen  dapat  dilakukan  seminggu sekali  dengan  memetik  daun  yang  sudah cukup besar  yang paling tua pada bagian bawah.

Demikian cara bertanam seledri dalam pot… silahkan dicoba dan semoga bermanfaat…


Sumber:

Eva Salvia.2012. Teknologi  Budidaya Seledri Dalam Pot. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Jambi 




 

Jumat, 12 Februari 2021

TUMPANGSARI , POLA TANAM YANG MENGUNTUNGKAN

Apa kabar para pembaca dimanapun anda berada... 

Seringkali usaha budidaya tanaman yang kita lakukan masih menerapkan pola monokultur dimana hanya ditanami dengan satu jenis tanaman saja. Padalah dalam satu lahan yang sama bisa dibudidayakan dengan lebih satu jenis/komoditi tanaman.

Pola tanam tumpangsari  jika diterapkan dengan benar, maka akan sangat menguntungkan. Pola tanam tumpangsari (intercroppingmerupakan pola tanam dengan menanam dua jenis tanaman  atau lebih pada satu lahan yang sama dalam waktu bersamaan atau hampir sama. Hal ini tentunya berbeda dengan pola monokultur dimana hanya ditanam satu jenis tanaman saja. 


Keuntungan yang dapat diperoleh jika menggunakan pola tumpangsari adalah sebagai berikut:

1.  Menambah penyediaan unsur hara

Jenis tanaman kacang-kacangan (leguminosae) seperti kedelai dan kacang tanah dapat menambah penyediaan unsur hara Nitrogen (N). hal ini dikarenakan tanaman tersebut mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium sp membentuk bintil akar yang dapat mengikat Nitrogen (N) dari udara.



Tumpangsari Kedele Dengan Tanaman Perkebunan (Sawit dan Karet)


2.  Menambah keragaman hasil panen dari satu lahan yang sama

Dengan menanam tanaman lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan yang sama pada waktu bersamaan atau hampir bersamaan, maka dapat memberikan panen yang lebih beragam. Terlebih jika pengaturan jenis tanaman berbeda usia panennya. Contohnya tanaman terong, tomat atau cabe yang ditumpangsari dengan tanaman yang lebih cepat panen seperti kangkung, bayam, sawi dan lain - lain dimana tanaman terong atau tomat atau cabe belum saatnya keluar buah, tetapi kangkung, bayam atau sawi sudah duluan dapat dipanen. Dengan demikian tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri.

Dengan pola tumpangsari petani tidak perlu terlalu cemas dengan resiko gagal panen atau rendahnya harga jual komoditas hasil panen di pasaran. Hal ini dikarenakan jika harga jual suatu komoditas yang ditanam saat itu rendah, petani masih bisa memperoleh penghasilan tambahan dari komoditas lainnya yang ditanamnya. Selain itu apabila suatu komoditas mengalami gagal panen, maka petani dapat mengandalkan hasil panen dari komoditas lainnya. Jika hasil panen dari semua komoditas yang dibudidayakan memiliki harga jual tinggi dan tidak mengalami gagal panen, maka tentunya dapat meraup pendapatan yang menguntungkan.



Bunga Kol Lebih Dulu Dapat Dipanen Sebelum Tanaman Cabe

3.  Mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman

Dengan menanam 2 jenis atau lebih tanaman pada lahan yang sama dengan pola tumpangsari dapat memberikan dampak saling menguntungkan dalam mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman. Hal ini dikarenakan bisa jadi salah satu tanaman yang diusahakan merupakan tanaman refugia yang bisa mengundang predator (musuh alami) seperti tanaman okra, jagung, kenikir dan lain - lain. 

Selain itu juga beberapa jenis tanaman bisa mengusir hama bagi tanaman lain, contohnya  tanaman bawang daun bisa mengusir hama aphids dan ulat pada tanaman kol. Bawang daun mampu mengeluarkan bau allicinallicin yang tidak disenangi oleh hama tersebut.


4.  Menambah penghasilan

Dengan menanam 2 jenis atau lebih tanaman pada lahan yang sama dengan pola tumpangsari dapat juga memberikan penghasilan lebih jika dibanding dengan hanya menanam satu jenis tanaman saja. Contohnya pada tanaman karet pada saat harga jatuh, lahannya bisa ditanami dengan tanaman padi palawija maupun hortikultura atau bahkan dengan tanaman perkebunan lain seperti komoditas kopi. Hal ini bisa terjadi jika jarak tanam sudah diperhitungkan untuk bisa memberikan ruang untuk ditanami dengan jenis tanaman lainnya ataupun pada saat tanaman induk masih muda dan belum saling menutup kanopinya.


Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian sebelum memulai pola tanam tumpangsari, karena jika tidak bukan keuntungan yang didapat melainkan kerugian yang timbul. berikut hal yang harus menjadi pertimbangan tersebut:

1.   Jarak Tanam

Jarak tanam harus diperhitungkan dengan baik agar dapat saling memberikan ruang antara satu jenis tanaman dengan jenis tanaman lain yang diusahakan dengan pola tumpangsari. Hal ini dikarenakan agar mencegah terjadinya:
  • Persaingan untuk untuk mendapat ruang untuk tumbuh dan berkembang jika tanaman menjadi berhimpitan karena jarak tanam yang terlalu dekat  
  • Persaingan dalam mendapatkan unsur hara; Jika jarak tanam terlalu dekat maka dapat menyebabkan terjadinya persaingan dalam mendapatkan unsur hara, sehingga dapat mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal 
  • Persaingan dalam mendapatkan sinar matahari
  • Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menciptakan kelembaban mikro yang tinggi sehingga dapat mengundang penyakit seperti penyakit yang disebabkan oleh jamur
  •  

2.   Jenis Tanaman
Jenis tanaman yang dipilih tidak boleh dari satu famili, karena biasanya jenis hama dan penyakit yang menyerang akan sama sehingga jika terjadi serangan akan menyulitkan untuk pengendaliannya. Contohnya tidak boleh menanam timun yang ditumpangsarikan dengan melon atau semangka. Contoh lain tanaman cabe dengan terung juga tidak boleh ditumpangsarikan.
Tumpangsari dengan jenis tanaman dari famili yang berbeda memungkinkan hama dan penyakit suatu tanaman tidak berpindah ke jenis tanaman lain karena memiliki inang yang berbeda.
 
3.   Sistem Perakaran Tanaman
Jenis tanaman yang memiliki sistem perakaran yang serupa akan menimbulkan masalah pada pola tumpasari. Jika tanaman saling berdekatan dengan sistem perakaran yang sama, maka tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, apalagi jika jarak tanamnya berdekatan. Dengan demikian tanamlah dengan jenis tanaman yang berbeda sistem perakarannya agar produksinya optimal.  
 
Sistem perakaran tanaman yang serupa dapat menjadi masalah dalam pola tanam tumpang sari. Apabila dua atau lebih jenis tanaman ditanam berdekatan dengan sistem perakaran yang sama, maka tanaman tersebut tidak mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanaman akan saling memperebutkan unsur hara karena perakarannya berada pada daerah yang sama. Oleh karena itu, penggunaan tanaman dengan sistem perakaran yang berbeda harus dilakukan untuk mengoptimalkan produksi tanaman. Selada dan cabai misalnya. Selada memiliki sistem perakaran yang dangkal sementara cabai memiliki sistem perakaran yang lebih dalam.


Demikian postingan saya kali ini...semoga bermanfaat...



Jumat, 29 Januari 2021

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN MELON

Halo para pembaca blog ini dimanapun anda berada... semoga sehat selalu dimasa pandemi Covid 19 ini...

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan pertanyaan dari petani tentang bagaimana cara mengendalikan penyakit tanaman melon yang dibudidayakan olehnya. Sekalian saja saya bagikan juga bagi pembaca blog saya. Saya berharap pembaca dapat terbantu dalam mengidentifikasikan dan menentukan tindakan pengendalian penyakit tanaman melon.

Penyakit tanaman melon sangat merugikan jika tidak segera dikendalikan karena dapat menurunkan kualitas dan kuantitas panen atau bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Biasanya penyakit banyak menyerang dikala musim hujan. Berikut ini beberapa jenis penyakit penting yang menyerang tanaman melon.


A. LAYU BAKTERI (Bacterial Wilt)

Disebabkan oleh bakteri Erwinia eracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini penyebarannya dengan perantara dari hama kumbang oteng - oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky) yang juga menyerang tanaman melon.

Gejalanya ditandai daun layu satu persatu, meskipun warna daun tetap hijau  yang pada akhirnya tanaman layu secara keseluruhan dan permanen. Jika pangkal batangnya dipotong melintang maka akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang.

Cara pengendalian:

  • Tindakan preventif (pencegahan) dengan perlakuan benih yaitu merendam benih dalam larutan bakterisida seperti Agrimycin atau Agrept dengan konsentrasi 1,2 gr/l. Penyemprotan bakterisida tersebut juga dapat dilakukan pada tanaman umur 20 hari setelah tanam (HST)
  • Pengaturan drainase terutama pada saat musim hujan agar air tidak tergenang diantara bedengan
  • Bersihkan gulma agar tidak lembab
  • Sebelum ditanami lahan dapat distrerilkan dengan Basamid G dengan dosis 40 gram/ M2
  • Tanaman yang terinfeksi dicabut dan dimusnahkan


B. EMBUN BULU (Downy mildew)  

Disebabkan oleh cendawan Pseudoperenospora cubensis (Berkely et Curtis) Rostowzew. 

Gejalanya dimulai dengan adanya bercak - bercak berwarna kuning muda yang dibatasi oleh urat - urat daun sehingga terkesan menjadi bercak bersudut. Semakin lama bercak tersebut berubah menjadi warna kecoklatan. Bagian bawah daun terlihat kumpulan cendawan berwarna kelabu.

Cara pengendalian:

  • Lokasi tanaman dipilih yang bukan bekas dan jauh dari tanaman timun
  • Tanaman yang terinfeksi parah dicabut dan dibakar agar tidak menular ke tanaman yang sehat
  • Penyemprotan fungsida seperti Previcur N dengan konsentrasi 2 - 2 ml/l apabila serangan sudah di atas ambang ekonomi. 

C. Layu Fusarium   

Disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f. sp. melonis Snyd. et Hans 

Gejalanya :

  • Pada fase pembibitan menyebabkan bibit gagal muncul di permukaan tanah karena mati sebelum bibit muncul. Apabila dapat tumbuh maka bibitnya kerdil
  • Pada tanaman yang sudah dipindahkan ke kebun, gejala terlihat dimana tanaman yang tampak segar dipagi hari dan layu pada siang hari, kemudian segar kembali pada sore hari. Gejala ini berlangsung selama beberapa hari hingga akhirnya mati. 
  • Jika diamati pada batang terdapat goresan dan mempunyai massa spora cendawan berwarna merah jambu. Apabila batang dibelah tampak berwarna coklat
Cara pengendalian:
  • Lahan sebaiknya lahan baru dan belum pernah ditanami melon, semangka, labu, timun yang terserang penyakit yang sama
  • Lakukan pergiliran varietas melon yang ditanam. Gunakan varietas yang tahan terhadap cendawan Fusarium oxysporum
  • Pengapuran lahan 3  minggu sebelum tanam agar pH tanah netral karena patogen jamur ini berkembangbiak pada kondisi masam dengan pH 4,5 - 5,8. Hindari pemupukan nitrogen (Urea atau ZA) yang berlebihan
  • Perlakuan benih dengan menggunakan fungisida Derosol 500 SC dengan konsentrasi 1,0 ml/l
  • Pengaturan drainase terutama pada saat musim hujan agar air tidak tergenang diantara bedengan
  • Penggunaan mulsa plastik agar tidak terlalu lembab
  • Melakukan rotasi tanaman 
  • Aplikasikan trichoderma pada lahan. 
  • Sebagai pencegahan sejak tanaman mulai berbunga setiap 14 hari sekali tanaman disiram dengan fungisida  Derosol 500 SC dengan konsentrasi 1,5 ml/l kemudian disiram sebanyak 250 ml per tanaman
  • Tanaman yang terinfeksi dicabut dan dimusnahkan

D. EMBUN TEPUNG (powdery Mildew)  

Disebabkan oleh cendawan Erysiphe cicoracearum DC. ex. Merat. Penyakit ini menurunkan kadar gula, aroma buah dan gagalnya pembentukan jaring pada buah melon karena proses fotosintesis terhambat. 

Gejalanya : terdapat bercak - bercak bulat putih pada sisi bawah daun yang makin lama bercak tersebut akan menyatu dan akhirnya menutupi permukaan daun seolah - olah daun dilapisi tepung putih. Jika menyerang seluruh daun dan batang maka akan menjadi berwarna  coklat dan mengkerut. Tanaman pertumbuhannya terhambat tampak lemah dan kerdil.


Cara pengendalian:

  • Lokasi tanaman dipilih yang bukan bekas dan jauh dari tanaman timun dan labu
  • Daun yang terserang parah harus dirompes dan dimusnahkan dengan cara dibakar
  • Penyemprotan fungisida Calixin 750 EC atau Afugan 300 EC (pyrazophos) dengan konsentrasi 1 ml/l atau juga dapat dengan fungsida lainnya yang berbahan aktif pradimefon, oksitioquinoks, benomyl dan tembaga.

 

E. BUSUK BUAH   

Penyakit ini menyerang batang, daun dan buah

Gejalanya :

  • Serangan pada batang ditandai bercak coklat kebasahan yang memanjang. Serangan yang serius menyebabkan tanaman mati layu
  • Daun yang terserang seperti tersiram air panas kemudian meluas
  • Serangan pada buah ditandai dengan bercak kebasahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Makin lama bercak akan berkerut dan mengendap. Pada buah yang busuk  diselimuti kumpulan cendawan putih
Cara pengendalian:
  • Kurangi kelembaban dengan cara memangkas dan cabang yang berlebihan
  • Dilakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan sefamili melon
  • Penyemprotan fungsida seperti Previcur N dengan konsentrasi 2 - 3 ml/l diselingi dengan fungisida kontak seperti Trineb, Sandofan MZ Vondozeb dengan konsentrasi 2,5 gr/l.

Demikian bagaimana cara mengendalikan penyakit tanaman melon ini... semoga bermanfaat bagi petani yang mempunyai usaha budidaya melon.


Sumber:
Ir. Final Prajnanta. 1997. Melon. Pemeliharaan Secara Intensif. Kiat Sukses Beragribisnis. Penebar Swadaya.  

Jumat, 08 Januari 2021

PEMANFAATAN PEKARANGAN DAN MANFAATNYA BAGI KITA

Sudahkah anda memanfaatkan pekarangan rumah anda dengan menanam berbagai tanaman maupun memelihara ikan??? jika belum segeralah lakukan, tidak ada kata terlambat untuk memulai baik bagi anda yang tinggal di kota maupun di desa. Meski sekalipun luas pekarangan yang anda miliki terbatas, namun banyak teknis bertanam yang dapat anda terapkan seperti menggunakan pot dan dengan teknik vertikultur. 


Mengapa demikian?? karena anda tentunya akan senang jika sudah mengetahui manfaat yang dapat kita petik dari memanfaatan pekarangan rumah kita tersebut. Betapa tidak... bukan hanya manfaat dari bahan pangan yang kita peroleh untuk kita konsumsi, tetapi juga hingga manfaat kesehatan bagi tubuh.

bukan hanya kali ini saja memposting tentang hal ini, tetapi saya selalu bersemangat untuk tidak bosan-bosannya mengajak pembaca blog saya untuk memanfaatkan pekarangannya dan dapat memetik manfaatnya yang sangat baik bagi kita dan keluarga.

Postingan saya kali ini melengkapi postingan yang pernah saya tampilkan di blog ini pada tahun 2014. 

Yuk kita mengulik satu persatu manfaat optimalisasi pemanfaatan pekarangan... 

  1. Sumber bahan pangan (lumbung hidup), apotik hidup dan gizi keluarga, Lumbung hidup disini dimaksudkan jika kita membutuhkan pangan maka dapat diperoleh dari hasil pekarangan. Berbagai jenis tanaman, ikan dan ternak dapat dibudidayakan di pekarangan, dimana hasilnya berupa bahan makanan yang sangat dibutuhkan tubuh manusia untuk hidup sehat seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Selain itu di pekarangan juga dapat ditanami dengan tanaman obat-obatan herbal. Hingga saat ini  Stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia. Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Stunting ini disebabkan oleh kekurangan kecukupan gizi dalam kurun waktu yang lama akibat dari apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil dan bayinya tidak mencukupi kebutuhan gizinya. Dengan memanfaatkan pekarangan dirumah sendiri, masalah stunting sesungguhnya dapat diatasi sejak dini
  2. Melestarikan tanaman pangan lokal untuk masa depan; Di pekarangan dapat ditanam pangan lokal yang semakin hilang keberadaannya. Pemanfaatan pekarangan dengan menanam bahan pangan berbasis sumber daya lokal juga dapat berguna  untuk konservasi keanekaragaman hayati pangan agar  keberlanjutan.
  3. Sebagai penjaga lingkungan dan paru-paru lingkungan; Hal ini karena tumbuhan di pekarangan bisa menyerapkan Karbondioksida (CO2)  dan menghasil Oksigen (O2) yang bagus untuk pernafasan kita. Selain itu limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. 
  4. Pemberdayaan SDM (ibu-ibu rumah tangga); Ibu rumah tangga dapat berkontribusi dalam penyediaan pangan dan gizi keluarga serta jika memungkinkan menambah pendapatan keluarga jika mereka memanfaatkan pekarangannya. 
  5. Terjadinya proses pendidikan; Dalam pemanfaatan pekarangan bukan hanya oleh ibu rumah tangga saja, tetapi bisa melibatkan anggota rumah tangga lain seperti anak – anak. Jadi anak – anak sejak dini sudah bisa diajarkan mencintai lingkungan dan menghasilkan tanaman sehat untuk keluarganya. Teknik bertanam, memelihara ikan dan ternak perlu juga dipelajari agar hasil panennya bisa maksimal. Selain itu perlu juga belajar bagaimana menghasilkan pangan yang organik dengan membuat sendiri pupuk organik dan pestisida nabati.
  6. Peningkatan interaksi sosialAktivitas yang dapat dilakukan di pekarangan di antaranya berkumpul dengan tetangga dan teman, biasanya menjual dan berbagi tanaman, dan hasil tanaman serta saling berbagi pengalaman dalam memelihara tanaman.  Dengan demikian terjadi peningkatan interaksi sosial akibat dari adanya pemanfaatan pekarangan.
  7. Menambah estetika; Pekarangan yang tertata baik dan rapi dimana banyak tanaman yang menyejukkan mata akan menghadirkan keindahan dan kenyamanan. Rumah sederhana sekalipun dapat terlihat indah dan menyejukkan mata yang melihatnya jika memiliki pekarangan yang penuh tanaman dan ditata rapi.
  8. Peningkatan pendapatan keluargaHal ini dapat terjadi karena melalui optimalisasi pekarangan selain untuk pemenuhan gizi keluarga, pengeluaran belanja untuk pangan juga dapat dihemat sehingga pada gilirannya pendapatan masyarakat dapat meningkat dan angka kemiskinan dapat ditekan. Nilai tambah juga dapat diperoleh masyarakat dengan terbukanya peluang usaha pengolahan produk pertanian dan tumbuhnya kegiatan ekonomi.


Pemanfaatan pekarangan melalui kegiatan berkebun di pekarangan ternyata membawa manfaat positif selain hal - hal tersebut di atas. Dengan berkebun ternyata memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh kita lo...mengapa demikian??? Berikut manfaat kesehatan yang kita dapat jika aktif berkebun dan memelihara tanaman:  

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh dan menguatkan tulang; hal ini karena saat kamu berkebun akan akan terpapar oleh sinar matahari terlebih saat pagi hari, yang akan membentuk vitamin D. Vitamin D sebagaimana kita ketahui mempunyai peranan penting dalam menjaga daya tahan tubuh terlebih pada masa pandemi Covid 19 saat ini. Vitamin D juga meningkatkan penyerapan kalsium yang penting untuk menguatkan tulang-tulang anda. Selain manfaat tersebut, penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen juga menemukan bahwa berkebun dapat mencegah terjadinya alergi.
  2. Berkebun bukan hanya baik untuk fisik, tetapi juga untuk kesehatan otak; Penelitian yang ada dalam Journal of Alzheimer’s Disease, mengatakan bahwa berkebun bermanfaat dalam melindungi kesehatan kognitif, meningkatkan volume otak, dan menurunkan risiko alzheimer hingga 50 persen.
  3. Meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan; dengan berkebun kekuatan tangan, flesibilitas dan koordinasi dapat ditingkatkan secara efektif, sehingga saat anda melakukan berbagai aktifitas tidak akan menemukan
  4. Mengusir rasa jenuh dan stress; Aktivitas atau rutinitas yang sama setiap hari bisa membuat kita merasa bosan dan stres. Terlebih jika kita sedang sedih atau marah dapat menimbulkan stres yang pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai penyakit. Dengan  berkebun dimana kita menanam tanaman dan melihat perkembangannya setiap hari, mulai dari tumbuhnya tunas, daun, bunga, hingga buah atau sayuran yang dipanen, dapat membuat kita merasa senang dan bangga. Ditambah lagi, seiring tanaman tumbuh dan berkembang, pemandangan di rumah pun menjadi lebih asri dan menyejukkan hati.  Ketika melakukan aktivitas tersebut maka tubuh melepaskan hormon serotonin, yakni hormon yang dapat meningkatkan suasana hatimu menjadi lebih gembira
  5. Sebagai sarana latihan fisik dan olahraga. Ketika berkebun tentunyab banyak melakukan aktifitas fisik, mulai dari membuat media tanam untuk mengisi pot, memindah-mindahkan pot yang sudah ditanami, memupuk tanaman, hingga mengangkat ember air untuk menyiram tanaman. Aktivitas ini tentu akan  menggunakan banyak otot dan berkeringat dengan demikian sama saja seperti melakukan olah raga
  6. Membuat kita terbiasa untuk mengonsumsi makanan sehat. Karena menanam sendiri sayuran dan buah yang dimakan,  maka lebih termotivasi dan bersemangat untuk mengonsumsi makanan sehat hasil sendiri. Dengan berkebun sendiri, kendali ditangan kita sendiri dimana kita bebas memilih untuk menanam sayuran dan buah secara organik tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia anorganik. Cara bertanam organik akan menghasilkan bahan makanan yang sehat karena tidak ada residu bahan kimia berbahaya. Bandingkan jika kita membeli di pasar yang umumnya sayuran dan buahnya mengandung residu kimia dari pupuk dan pestisida kimia anorganik yang digunakan oleh produsennya.
 
Dengan uraian di atas semoga anda dapat tertarik untuk memulai berkebun di pekarangan anda atau bahkan di teras atap rumah sebagaimana sudah mulai banyak diterapkan di kota - kota... Jika anda berdomisili di kota ayo wujudkan urban farming. Jika anda kesulitan mencari media tanam berupa tanah yang mungkin sulit dicari di tempat anda, masih ada solusinya dengan menggunakan teknik bertanam secara hidroponik maupun akuaponik yang media tanamnya hanya menggunakan air saja, selain pupuk tentunya.


Bagaimana...anda tertarik??? yuk  segera hijaukan pekarangan kita.


Sumber:

Badan Ketahanan Pangan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Manfaat Pekarangan Sebagai Sumber Pangan dan Gizi. Jakarta. 2013.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dalam Sinar Tani edisi 11-17 September 2013. Pemanfaatan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran. Jakarta.

https://hellosehat.com/mental/stres/5-manfaat-berkebun-bagi-kesehatan/

https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/stunting/

https://www.alodokter.com/manfaat-berkebun-dan-memelihara-tanaman-bagi-kesehatan